Ayat dan Terjemah
QS. Al-Mursalat [77] : 20 – 50
اَلَمۡ نَخۡلُقۡكُّمۡ مِّنۡ مَّآءٍ مَّهِيۡنٍۙ
20. Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina (mani),
فَجَعَلۡنٰهُ فِىۡ قَرَارٍ مَّكِيۡنٍۙ
21. kemudian Kami letakkan ia dalam tempat yang kokoh (rahim),
اِلٰى قَدَرٍ مَّعۡلُوۡمٍۙ
22. sampai waktu yang ditentukan,
فَقَدَرۡنَا ۖ فَنِعۡمَ الۡقٰدِرُوۡنَ
23. lalu Kami tentukan (bentuknya), maka (Kamilah) sebaik-baik yang menentukan.
وَيۡلٌ يَّوۡمَٮِٕذٍ لِّلۡمُكَذِّبِيۡنَ
24. Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran).
اَلَمۡ نَجۡعَلِ الۡاَرۡضَ كِفَاتًا
25. Bukankah Kami jadikan bumi untuk (tempat) berkumpul,
اَحۡيَآءً وَّاَمۡوَاتًا
26. bagi yang masih hidup dan yang sudah mati? (889)
===889. Bumi mengumpulkan orang-orang hidup dipermukaannya dan orang-orang mati dalam perutnya.
وَّجَعَلۡنَا فِيۡهَا رَوَاسِىَ شٰمِخٰتٍ وَّ اَسۡقَيۡنٰكُمۡ مَّآءً فُرَاتًا
27. Dan Kami jadikan padanya gunung-gunung yang tinggi, dan Kami beri minum kamu dengan air tawar?
وَيۡلٌ يَّوۡمَٮِٕذٍ لِّلۡمُكَذِّبِيۡنَ
28. Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran).
اِنْطَلِقُوۡۤا اِلٰى مَا كُنۡتُمۡ بِهٖ تُكَذِّبُوۡنَۚ
29. (Akan dikatakan), “Pergilah kamu mendapatkan apa (azab) yang dahulu kamu dustakan.
اِنْطَلِقُوۡۤا اِلٰى ظِلٍّ ذِىۡ ثَلٰثِ شُعَبٍۙ
30. Pergilah kamu mendapatkan naungan (asap api neraka) yang mempunyai tiga cabang, (890)
===890. Adalah yang mempunyai tiga gejolak, yaitu di kanan, di kiri dan di atas. Ini berarti bahwa azab itu mengepung orang-orang kafir dari segala penjuru.
لَّا ظَلِيۡلٍ وَّلَا يُغۡنِىۡ مِنَ اللَّهَبِؕ
31. yang tidak melindungi dan tidak pula menolak nyala api neraka.”
اِنَّهَا تَرۡمِىۡ بِشَرَرٍ كَالۡقَصۡرِۚ
32. Sungguh, (neraka) itu menyemburkan bunga api (sebesar dan setinggi) istana,
كَاَنَّهٗ جِمٰلَتٌ صُفۡرٌ
33. seakan-akan iring-iringan unta yang kuning.
وَيۡلٌ يَّوۡمَٮِٕذٍ لِّلۡمُكَذِّبِيۡنَ
34. Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran).
هٰذَا يَوۡمُ لَا يَنۡطِقُوۡنَۙ
35. Inilah hari, saat mereka tidak dapat berbicara,
وَلَا يُؤۡذَنُ لَهُمۡ فَيَـعۡتَذِرُوۡنَ
36. dan tidak diizinkan kepada mereka mengemukakan alasan agar mereka dimaafkan.
وَيۡلٌ يَّوۡمَٮِٕذٍ لِّلۡمُكَذِّبِيۡنَ
37. Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran).
هٰذَا يَوۡمُ الۡفَصۡلِۚ جَمَعۡنٰكُمۡ وَالۡاَوَّلِيۡنَ
38. Inilah hari keputusan; (pada hari ini) Kami kumpulkan kamu dan orang-orang yang terdahulu. J
فَاِنۡ كَانَ لَـكُمۡ كَيۡدٌ فَكِيۡدُوۡنِ
39. Maka jika kamu punya tipu daya, maka lakukanlah (tipu daya) itu terhadap-Ku.
وَيۡلٌ يَّوۡمَٮِٕذٍ لِّلۡمُكَذِّبِيۡنَ
40. Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran).
اِنَّ الۡمُتَّقِيۡنَ فِىۡ ظِلٰلٍ وَّعُيُوۡنٍۙ
41. Sungguh, orang-orang yang bertakwa berada dalam naungan (pepohonan surga yang teduh) dan (di sekitar) mata air,
وَّفَوَاكِهَ مِمَّا يَشۡتَهُوۡنَؕ
42. dan buah-buahan yang mereka sukai.
كُلُوۡا وَاشۡرَبُوۡا هَنِيْٓئًا ۢ بِمَا كُنۡتُمۡ تَعۡمَلُوۡنَ
43. (Katakan kepada mereka), “Makan dan minumlah dengan rasa nikmat sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan.”
اِنَّا كَذٰلِكَ نَجۡزِى الۡمُحۡسِنِيۡنَ
44. Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
وَيۡلٌ يَّوۡمَٮِٕذٍ لِّلۡمُكَذِّبِيۡنَ
45. Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran).
كُلُوۡا وَتَمَتَّعُوۡا قَلِيۡلًا اِنَّكُمۡ مُّجۡرِمُوۡنَ
46. (Katakan kepada orang-orang kafir), “Makan dan bersenang-senanglah kamu (di dunia) sebentar, sesungguhnya kamu orang-orang durhaka!”
وَيۡلٌ يَّوۡمَٮِٕذٍ لِّلۡمُكَذِّبِيۡنَ
47. Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran).
وَاِذَا قِيۡلَ لَهُمُ ارۡكَعُوۡا لَا يَرۡكَعُوۡنَ
48. Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Rukuklah,” mereka tidak mau rukuk.(891)
===891. Sebagian mufassir mengatakan, bahwa yang dimaksud dengan rukuk di sini ialah tunduk kepada perintah Allah; dan sebagian yang lainnya mengatakan, maksudnya ialah shalat.
وَيۡلٌ يَّوۡمَٮِٕذٍ لِّلۡمُكَذِّبِيۡنَ
49. Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran)!
فَبِاَىِّ حَدِيۡثٍۢ بَعۡدَهٗ يُؤۡمِنُوۡنَ
50. Maka kepada ajaran manakah (selain Al-Qur’an) ini mereka akan beriman?
Tadabbur:
Ayat 20-40 meneruskan ayat sebelumnya terkait orang yang menolak kebenaran kiamat dan Al-Qur’an. Penolakan mereka tidak ilmiah.
Bukankah mereka hadir ke atas bumi ini sesuai kehendak Allah melalui proses penciptaan yang ajaib. Allah kumpulkan mereka di bumi (yang hidup dan yang mati).
Allah ciptakan di atas bumi gunung-gunung tinggi sebagai pasak bumi dan air tawar untuk minum. Di akhirat, mereka akan dilemparkan ke dalam neraka karena menolak semua fakta dan kebenaran tersebut.
Ayat 41-50 dari surah Al-Mursalaat ini menjelaskan orang-orang bertakwa masuk surga, di dalamnya ada naungan, mata air, buah-buhan yang menggiurkan dan dipersilahkan makan sepuasnya. Semua itu adalah balasan dari iman dan amal saleh yang mereka kerjakan semasa hidup di dunia.
Adapun orang-orang kafir hanya menikmati sedikit kenikmatan dunia. Di akhirat, mereka pasti celaka. Hal itu disebabkan karena mereka menganggap semua janji Allah dan rasul-Nya adalah dusta dan tidak mau taat pada-Nya.
Apakah ada kebenaran selain Al-Qur’an yang pantas diyakini?
Sumber: Mushaf Tadabbur
Ustd. Fathuddin Ja’far, MA Komunitas Tadabbur Al-Quran (KontaQ)
kontaq.tadabburquran@gmail.com ↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭


