Ayat dan Terjemah
QS. An-Naazi’aat [79] : 16 – 46
اِذۡ نَادٰٮهُ رَبُّهٗ بِالۡوَادِ الۡمُقَدَّسِ طُوًىۚ
16. Ketika Tuhan memanggilnya (Musa) di lembah suci yaitu Lembah Tuwa;
اِذۡهَبۡ اِلٰى فِرۡعَوۡنَ اِنَّهٗ طَغٰى
17. pergilah engkau kepada Fir‘aun! Sesungguhnya dia telah melampaui batas,
فَقُلۡ هَلۡ لَّكَ اِلٰٓى اَنۡ تَزَكّٰى
18. Maka katakanlah (kepada Fir‘aun), “Adakah keinginanmu untuk membersihkan diri (dari kesesatan),
وَاَهۡدِيَكَ اِلٰى رَبِّكَ فَتَخۡشٰىۚ
19. dan engkau akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar engkau takut kepada-Nya?”
فَاَرٰٮهُ الۡاٰيَةَ الۡكُبۡرٰى
20. Lalu (Musa) memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar.
فَكَذَّبَ وَعَصٰى
21. Tetapi dia (Fir‘aun) mendustakan dan mendurhakai.
ثُمَّ اَدۡبَرَ يَسۡعٰى
22. Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa).
فَحَشَرَ فَنَادٰى
23. Kemudian dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru (memanggil kaumnya).
فَقَالَ اَنَا رَبُّكُمُ الۡاَعۡلٰى
24. (Seraya) berkata, “Akulah tuhanmu yang paling tinggi.”
فَاَخَذَهُ اللّٰهُ نَڪَالَ الۡاٰخِرَةِ وَالۡاُوۡلٰى
25. Maka Allah menghukumnya dengan azab di akhirat dan siksaan di dunia. J
اِنَّ فِىۡ ذٰلِكَ لَعِبۡرَةً لِّمَنۡ يَّخۡشٰىؕ
26. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Allah).
ءَاَنۡتُمۡ اَشَدُّ خَلۡقًا اَمِ السَّمَآءُ ؕ بَنٰٮهَا
27. Apakah penciptaan kamu yang lebih hebat ataukah langit yang telah dibangun-Nya?
رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوَّاهَا
28. Dia telah meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya,
وَ اَغۡطَشَ لَيۡلَهَا وَاَخۡرَجَ ضُحٰٮهَا
29. dan Dia menjadikan malamnya (gelap gulita), dan menjadikan siangnya (terang benderang).
وَالۡاَرۡضَ بَعۡدَ ذٰلِكَ دَحٰٮهَا
30. Dan setelah itu bumi Dia hamparkan.
اَخۡرَجَ مِنۡهَا مَآءَهَا وَمَرۡعٰٮهَا
31. Darinya Dia pancarkan mata air, dan (ditumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya.
وَالۡجِبَالَ اَرۡسٰٮهَا
32. Dan gunung-gunung Dia pancangkan dengan teguh.
مَتَاعًا لَّـكُمۡ وَلِاَنۡعَامِكُمۡؕ
33. (Semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk hewan-hewan ternakmu.
فَاِذَا جَآءَتِ الطَّآمَّةُ الۡكُبۡرٰى
34. Maka apabila malapetaka besar (hari Kiamat) telah datang,
يَوۡمَ يَتَذَكَّرُ الۡاِنۡسَانُ مَا سَعٰىۙ
35. yaitu pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya,
وَبُرِّزَتِ الۡجَحِيۡمُ لِمَنۡ يَّرٰى
36. dan neraka diperlihatkan dengan jelas kepada setiap orang yang melihat.
فَاَمَّا مَنۡ طَغٰىۙ
37. Maka adapun orang yang melampaui batas,
وَاٰثَرَ الۡحَيٰوةَ الدُّنۡيَا
38. dan lebih mengutamakan kehidupan dunia,
فَاِنَّ الۡجَحِيۡمَ هِىَ الۡمَاۡوٰىؕ
39. maka sungguh, nerakalah tempat tinggalnya.
وَاَمَّا مَنۡ خَافَ مَقَامَ رَبِّهٖ وَ نَهَى النَّفۡسَ عَنِ الۡهَوٰىۙ
40. Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya,
فَاِنَّ الۡجَـنَّةَ هِىَ الۡمَاۡوٰىؕ
41. maka sungguh, surgalah tempat tinggal(nya). J
يَسۡــٴَــلُوۡنَكَ عَنِ السَّاعَةِ اَيَّانَ مُرۡسٰٮهَا
42. Mereka (orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari Kiamat, “Kapankah terjadinya?”
فِيۡمَ اَنۡتَ مِنۡ ذِكۡرٰٮهَاؕ
43. Untuk apa engkau perlu menyebutkannya (waktunya)?
اِلٰى رَبِّكَ مُنۡتَهٰٮهَاؕ
44. Kepada Tuhanmulah (dikembalikan) kesudahannya (ketentuan waktunya).
اِنَّمَاۤ اَنۡتَ مُنۡذِرُ مَنۡ يَّخۡشٰٮهَاؕ
45. Engkau (Muhammad) hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (hari Kiamat).
كَاَنَّهُمۡ يَوۡمَ يَرَوۡنَهَا لَمۡ يَلۡبَثُوۡۤا اِلَّا عَشِيَّةً اَوۡ ضُحٰٮهَا
46. Pada hari ketika mereka melihat hari Kiamat itu (karena suasananya hebat), mereka merasa seakan-akan hanya (sebentar saja) tinggal (di dunia) pada waktu sore atau pagi hari.
Tadabbur:
Ayat 16-26 meneruskan ayat sebelumnya terkait kisah Musa. Allah perintahkan Musa untuk berdakwah kepada Fir’aun semoga ia dapat hidayah.
Namun, Fir’aun memilih untuk ingkar, durhaka dan bahkan mengklaim diri sebagai tuhan tertinggi kaumnya. Maka Allah azab Fir’aun di dunia dan akhirat.
Ayat 27-33 menjelaskan, Allah mengajak manusia memikirkan penciptaan angkasa yang lebih besar dari penciptaan manusia, sistem siang dan malam melalui matahari.
Dia jadikan bumi terhampar dan tempat penampungan air. Di atasnya tumbuh berbagai tumbuhan dan gunung-gunung yang kokoh. Semuanya untuk sumber kehidupan manusia dan binatang ternak mereka.
Ayat 34-46 menjelaskan di hari kiamat nanti manusia akan teringat apa yang mereka kerjakan semasa hidup di dunia dan neraka akan diperlihatkan kepada mereka.
Orang yang anti sistem Allah dan mementingkan kehidupan dunia akan masuk neraka. Orang yang takut pada Allah dan memenej syahwatnya (membersihkan diri dari syahwat buruk), maka akan masuk surga.
Hari kiamat itu pasti terjadi. Tugas Rasul saw. memberi peringatan. Nanti mereka juga akan menyadari kehidupan dunia ternyata hanya sebentar.
Sumber: Mushaf Tadabbur
Ustd. Fathuddin Ja’far, MA Komunitas Tadabbur Al-Quran (KontaQ)
kontaq.tadabburquran@gmail.com ↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭


