Ayat dan Terjemah:
بِسْمِ اللَّهِ ٱلرَّحْمـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
وَالتِّيۡنِ وَالزَّيۡتُوۡنِۙ
1. Demi (buah) Tin (916)dan (buah) Zaitun,
==916. Yang dimaksud dengan “Tiin” oleh sebagian mufassir ialah tempat tinggal Nabi Nuh a.s. yaitu Damaskus, yang banyak tumbuh pohon Tin; dan “Zaitun” ialah Baitulmaqdis yang banyak tumbuh zaitun.
وَطُوۡرِ سِيۡنِيۡنَۙ
2. demi gunung Sinai,(917)
===917. Gunung Sinai adalah tempat Nabi Musa a.s menerima wahyu.
وَهٰذَا الۡبَلَدِ الۡاَمِيۡنِۙ
3. dan demi negeri (Mekah) yang aman ini.
لَقَدۡ خَلَقۡنَا الۡاِنۡسَانَ فِىۡۤ اَحۡسَنِ تَقۡوِيۡمٍ
4. Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya,
ثُمَّ رَدَدۡنٰهُ اَسۡفَلَ سَافِلِيۡنَۙ
5. kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya,
اِلَّا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَلَهُمۡ اَجۡرٌ غَيۡرُ مَمۡنُوۡنٍؕ
6. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan; maka mereka akan mendapat pahala yang tidak ada putus-putusnya.
فَمَا يُكَذِّبُكَ بَعۡدُ بِالدِّيۡنِ
7. Maka apa yang menyebabkan (mereka) mendustakanmu (tentang) hari pembalasan setelah (adanya keterangan-keterangan) itu?
اَلَيۡسَ اللّٰهُ بِاَحۡكَمِ الۡحٰكِمِيۡنَ
8. Bukankah Allah hakim yang paling adil?
Tadabbur:
Ayat 1-8 surah At-Tiin menjelaskan Allah bersumpah dengan pohon tin, zaitun, bukit Sinai dan Mekkah yang aman, bahwa Ia menciptakan manusia sebaik-baik bentuk.
Allah akan masukkan mereka ke neraka kecuali yang beriman kepada-Nya dan beramal saleh, maka bagi mereka pahala yang tidak terputus (surga). Sebab itu, tidak ada alasan manusia menolak kebenaran hari pembalasan. Sungguh Allah itu adalah Hakim Maha Adil.
Sumber: Mushaf Tadabbur
Ustd. Fathuddin Ja’far, MA Komunitas Tadabbur Al-Quran (KontaQ)
kontaq.tadabburquran@gmail.com ↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭
QS. Al ‘Alaq Ayat 1 – 19
Ayat dan Terjemah:
بِسْمِ اللَّهِ ٱلرَّحْمـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
اِقۡرَاۡ بِاسۡمِ رَبِّكَ الَّذِىۡ خَلَقَۚ
1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,
خَلَقَ الۡاِنۡسَانَ مِنۡ عَلَقٍۚ
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
اِقۡرَاۡ وَرَبُّكَ الۡاَكۡرَمُۙ
3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia,
الَّذِىۡ عَلَّمَ بِالۡقَلَمِۙ
4. Yang mengajar (manusia) dengan pena. Juz Amma’ (Juz ke-30) Tafsir Ayat ke-
عَلَّمَ الۡاِنۡسَانَ مَا لَمۡ يَعۡلَمۡؕ
5. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.
كَلَّاۤ اِنَّ الۡاِنۡسَانَ لَيَطۡغٰٓىۙ
6. Sekali-kali tidak! Sungguh, manusia itu benar-benar melampaui batas,
اَنۡ رَّاٰهُ اسۡتَغۡنٰىؕ
7. apabila melihat dirinya serba cukup.
اِنَّ اِلٰى رَبِّكَ الرُّجۡعٰىؕ
8. Sungguh, hanya kepada Tuhanmulah tempat kembali(mu).
اَرَءَيۡتَ الَّذِىۡ يَنۡهٰىؕ
9. Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang?
عَبۡدًا اِذَا صَلّٰىؕ
10. seorang hamba ketika dia melaksanakan shalat(918)
===918. Yang melarang adalah Abu Jahal dan yang dilarang adalah Rasulullaah. Tetapi usaha ini tidak berhasil karena Abu Jahal melihat sesuatu yang menakutkannya. Setelah Rasulullaah selesai shalat, disampaikannya berita itu kepada Rasulullaah. Kemudian Rasulullaah mengatakan, “Kalau Abu Jahal berbuat demikian, niscaya dia akan dibinasakan oleh malaikat.”
اَرَءَيۡتَ اِنۡ كَانَ عَلَى الۡهُدٰٓىۙ
11. bagaimana pendapatmu jika dia (yang dilarang shalat itu) berada di atas kebenaran (petunjuk),
اَوۡ اَمَرَ بِالتَّقۡوٰىۙ
12. atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)?
اَرَءَيۡتَ اِنۡ كَذَّبَ وَتَوَلّٰىؕ
13. Bagaimana pendapatmu jika dia (yang melarang) itu mendustakan dan berpaling?
اَلَمۡ يَعۡلَمۡ بِاَنَّ اللّٰهَ يَرٰىؕ
14. Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat (segala perbuatannya)?
كَلَّا لَٮِٕنۡ لَّمۡ يَنۡتَهِ ۙ لَنَسۡفَعًۢا بِالنَّاصِيَةِۙ
15. Sekali-kali tidak! Sungguh, jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, (ke dalam neraka),
نَاصِيَةٍ كَاذِبَةٍ خَاطِئَةٍ
16. (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan dan durhaka.
فَلۡيَدۡعُ نَادِيَهٗ
17. Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya),
سَنَدۡعُ الزَّبَانِيَةَ
18. Kelak Kami akan memanggil Malaikat Zabaniyah, (penyiksa orang-orang yang berdosa),
كَلا لا تُطِعْهُ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ
19. sekali-kali tidak! Janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah serta dekatkanlah (dirimu kepada Allah).
Tadabbur:
Ayat 1- 5 adalah wahyu pertama yang diterima Rasul Saw. Kelima ayat ini menjelaskan prinsip belajar yang benar yang akan membentuk karakter seorang Mukmin.
Ilmu yang dilandasi ikhlas kepada Allah dan mempelajari kebesaran Allah dalam proses penciptaan manusia (embriologi) dan juga alam semesta, akan melahirkan keimanan sampai ke derajat yakin.
Ilmu adalah salah satu bukti Maha Pemurahnya Allah pada manusia. Tanpa diajarkan Allah, manusia tidak mungkin memahami berbagai ilmu pengetahuan.
Ayat 6-19 surat Al-’Alaq menjelaskan manusia yang tidak mau mencari ilmu karena Allah dan tidak memahami kebesaran Allah, akan menantang Allah karena melihat dirinya tidak membutuhkan Allah, apalagi hartanya banyak. Padahal ia pasti kembali kepada Allah.
Abu Jahal adalah contoh kasus yang diangkat Allah dalam surat ini. Ia mengancam dan melarang Rasul Saw. shalat dan berdakwah kepada Allah. Abu Jahal menduga Allah tidak melihat kejahatannya.
Kalau ia tidak berhenti menyakiti dan memerangi Rasul Saw. Allah akan cabut nyawanya dari ubun-ubunnya melalui malaikat Zabaniyah. Allah melarang Beliau mengikuti keinginan Abu Jahal dan terus shalat serta perbanyak sujud pada Allah.
Sumber: Mushaf Tadabbur
Ustd. Fathuddin Ja’far, MA Komunitas Tadabbur Al-Quran (KontaQ)
kontaq.tadabburquran@gmail.com ↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭


