Ayat dan Terjemah
QS. Tahaa [20] : 38 – 51
إِذْ أَوْحَيْنَآ إِلَىٰٓ أُمِّكَ مَا يُوحَىٰٓ
38. (yaitu) ketika Kami mengilhamkan kepada ibumu sesuatu yang diilhamkan,
أَنِ اقْذِفِيهِ فِى التَّابُوتِ فَاقْذِفِيهِ فِى الْيَمِّ فَلْيُلْقِهِ الْيَمُّ بِالسَّاحِلِ يَأْخُذْهُ عَدُوٌّ لِّى وَعَدُوٌّ لَّهُۥ ۚ وَأَلْقَيْتُ عَلَيْكَ مَحَبَّةً مِّنِّى وَلِتُصْنَعَ عَلَىٰ عَيْنِىٓ
39. (yaitu), letakkanlah dia (Musa) di dalam peti, kemudian hanyutkanlah dia ke sungai (Nil), maka biarlah (arus) sungai itu membawanya ke tepi, dia akan diambil oleh (Fir’aun) musuh-Ku dan musuhnya. Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku;(512) dan agar engkau diasuh di bawah pengawasan-Ku.
===512. Setiap orang yang memandang Nabi Musa a.s akan merasa kasih sayang kepadanya.
إِذْ تَمْشِىٓ أُخْتُكَ فَتَقُولُ هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَىٰ مَن يَكْفُلُهُۥ ۖ فَرَجَعْنٰكَ إِلَىٰٓ أُمِّكَ كَىْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ ۚ وَقَتَلْتَ نَفْسًا فَنَجَّيْنٰكَ مِنَ الْغَمِّ وَفَتَنّٰكَ فُتُونًا ۚ فَلَبِثْتَ سِنِينَ فِىٓ أَهْلِ مَدْيَنَ ثُمَّ جِئْتَ عَلَىٰ قَدَرٍ يٰمُوسَىٰ
40. (Yaitu) ketika saudara perempuanmu berjalan, lalu dia berkata (kepada keluarga Fir’aun), “Bolehkah saya menunjukkan kepadamu orang yang akan memeliharanya?” Maka Kami mengembalikanmu kepada ibumu, agar senang hatinya dan tidak bersedih hati. Dan engkau pernah membunuh seseorang,(513) lalu Kami selamat-kan engkau dari kesulitan (yang besar) dan Kami telah mencobamu dengan beberapa cobaan (yang berat); lalu engkau tinggal beberapa tahun di antara penduduk Madyan,(514) kemudian engkau, wahai Musa, datang menurut waktu yang ditetapkan,
===513. Yang terbunuh adalah seorang bangsa Qibti yang sedang berkelahi dengan seorang Bani Israil sebagaimana yang telah dikisahkan dalam Al-Qasas (28): 15.
===514. Nabi Musa a.s datang ke negri Madyan untuk melarikan diri, disana dia dinikahkan oleh Nabi Syuaib a.s dengan salah seorang putrinya dan menetap beberapa tahun lamanya.
وَاصْطَنَعْتُكَ لِنَفْسِى
41. dan Aku telah memilihmu (menjadi rasul) untuk diri-Ku.
اذْهَبْ أَنتَ وَأَخُوكَ بِـَٔايٰتِى وَلَا تَنِيَا فِى ذِكْرِى
42. Pergilah engkau beserta saudaramu dengan membawa tanda-tanda (kekuasaan)-Ku, dan janganlah kamu berdua lalai mengingat-Ku;
اذْهَبَآ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ إِنَّهُۥ طَغَىٰ
43. pergilah kamu berdua ke-pada Fir’aun, karena dia benar-benar telah melampaui batas;
فَقُولَا لَهُۥقَوْلًا لَّيِّنًالَّعَلَّهُۥيَتَذَكَّرُ أَوْيَخْشَىٰ
44. maka berbicaralah kamu berdua kepadanya (Fir’aun) dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut.
قَالَارَبَّنَآ إِنَّنَانَخَافُ أَن يَفْرُطَ عَلَيْنَآ أَوْ أَن يَطْغَىٰ
45. Keduanya berkata, “Ya Tuhan kami, sungguh, kami khawatir dia akan segera menyiksa kami atau akan bertambah melampaui batas,”
قَالَ لَا تَخَافَآ ۖ إِنَّنِى مَعَكُمَآ أَسْمَعُ وَأَرَىٰ
46. Dia (Allah) berfirman, “Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku bersama kamu berdua, Aku mendengar dan melihat.
فَأْتِيَاهُ فَقُولَآ إِنَّارَسُولَا رَبِّكَ فَأَرْسِلْ مَعَنَا بَنِىٓ إِسْرٰٓءِيلَ وَلَا تُعَذِّبْهُمْ ۖ قَدْ جِئْنٰكَ بِـَٔايَةٍ مِّن رَّبِّكَ ۖ وَالسَّلٰمُ عَلَىٰ مَنِ اتَّبَعَ الْهُدَىٰٓ
47. Maka pergilah kamu berdua kepadanya (Fir’aun) dan katakanlah, “Sungguh, kami berdua adalah utusan Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani Israil bersama kami dan janganlah engkau menyiksa mereka.(515) Sungguh, kami datang kepadamu dengan membawa bukti (atas kerasulan kami) dari Tuhanmu. Dan keselamatan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk.
===515. Bani Israil pada waktu mereka berada di Mesir adalah dibawah perbudakan Fir’aun. Mereka dipekerjakan untuk mendirikan bangunan-bangunan yang besar dan kota-kota dengan kerja paksa. Maka Nabi Musa a.s meminta kepada Fir’aun agar mereka dibebaskan
إِنَّا قَدْ أُوحِىَ إِلَيْنَآ أَنَّ الْعَذَابَ عَلَىٰ مَن كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰ
48. Sungguh telah diwahyukan kepada kami bahwa siksa itu (ditimpakan) pada siapa pun yang mendustakan (ajaran agama yang kami bawa) dan berpaling (tidak mempedulikannya).”
قَالَ فَمَن رَّبُّكُمَايٰمُوسَىٰ
49. Dia (Fir’aun) berkata, “Siapakah Tuhanmu berdua , wahai Musa?”
قَالَ رَبُّنَا الَّذِىٓ أَعْطَىٰ كُلَّ شَىْءٍ خَلْقَهُۥثُمَّ هَدَىٰ
50. Dia (Musa) menjawab, “Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan bentuk kejadian kepada segala sesuatu, kemudian memberinya petunjuk.”(516)
===516. Memberikan akal, insting (naluri) dan kodrat alamiah untuk kelanjutan hidupnya masing-masing
قَالَ فَمَا بَالُ الْقُرُونِ الْأُولَىٰ
51. Dia (Fir’aun) berkata, “Jadi bagaimana keadaan umat-umat yang dahulu?”
*Tadabbur*
Ayat 38-51 menjelaskan berbagai nikmat Allah kepada Nabi Musa sebelum diangkat sebagai Rasul seperti, saat ibunya melemparkannya/menghanyutkannya ke sungai, kemudian diambil musuhnya sendiri dan musuh Allah, yakni Fir’aun. Allah mencintai Musa dan selalu mengawasi kehidupannya.
Allah tunjukkan saudara perempuannya jalan untuk sampai ke istana Fir’aun dan mampu meyakinkan keluarga Fir’aun untuk menyerahkan Musa agar disusui seorang wanita. Wanita tersebut adalah ibunya sendiri. Begitulah cara Allah mengembalikan Musa kepada ibunya agar ia tenang. Allah selamatkan Musa setelah membunuh seseorang di Mesir sampai tinggal di Madyan beberapa tahun. Allah ciptakan Musa untuk menjadi rasul-NYa. Sebab itu, ia ditugaskan mendakwahkan Tauhid kepada Fir’aun yang sudah menjadi thaghut (tuhan yang disembah selain Allah).
Sebagai manusia, Musa takut berdakwah kepada Fir’aun karena Fir’aun akan menyiksanya. Lalu Allah menjamin untuk mengontrolnya. Tugas Musa berdakwah kepada Fir’aun, untuk menyelamatkan Bani Israel dari jajahan Fir’aun. Jaminan keselamatan bagi yang mengikuti petunjuk Allah dan rasul-Nya dan azab Allah bagi yang menolaknya. Fir’aun marah kepada Musa dan Harun karena tidak mau mengakuinya sebagai tuhan. Tuhan itu yang memberi rezeki dan petunjuk bagi makhluk-Nya.
Sumber: Mushaf Tadabbur
Ustd. Fathuddin Ja’far, MA Komunitas Tadabbur Al-Quran (KontaQ)
kontaq.tadabburquran@gmail.com ↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭


