Tadabbur QS. Thaha 52-64

Ayat dan Terjemah

QS. Tahaa [20] : 52 – 64

 

قَالَ عِلْمُهَا عِندَ رَبِّى فِى كِتٰبٍ ۖ لَّا يَضِلُّ رَبِّى وَلَا يَنسَى

52. Dia (Musa) menjawab, “Pengetahuan tentang itu ada pada Tuhanku, di dalam sebuah Kitab (lauh mahfuudhz), Tuhanku tidak akan salah ataupun lupa;

 

الَّذِى جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ مَهْدًاوَسَلَكَ لَكُمْ فِيهَاسُبُلًا وَأَنزَلَ مِنَ السَّمَآءِ مَآءً فَأَخْرَجْنَابِهِۦٓ أَزْوٰجًا مِّن نَّبَاتٍ شَتَّىٰ

53. (Tuhan) yang telah menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu, dan menjadikan jalan-jalan di atasnya bagimu, dan yang menurunkan air (hujan) dari langit.” Kemudian Kami tumbuhkan dengannya (air hujan itu) berjenis-jenis aneka macam tumbuh-tumbuhan.

 

كُلُوا۟ وَارْعَوْا۟ أَنْعٰمَكُمْ ۗ إِنَّ فِى ذٰلِكَ لَءَايٰتٍ لِّأُو۟لِى النُّهَىٰ

54. Makanlah dan gembalakanlah hewan-hewanmu. Sungguh, pada yang demikian itu, terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal.

 

مِنْهَا خَلَقْنٰكُمْ وَفِيهَانُعِيدُكُمْ وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً أُخْرَىٰ

55. Darinya (tanah) itulah Kami menciptakan kamu dan kepadanyalah Kami akan mengembalikan kamu dan dari sanalah Kami akan mengeluarkan kamu pada waktu yang lain.

 

وَلَقَدْ أَرَيْنٰهُ ءَايٰتِنَا كُلَّهَا فَكَذَّبَ وَأَبَىٰ

56. Dan sungguh, Kami telah memperlihatkan kepadanya (Fir’aun) tanda-tanda (kebesaran) Kami semuanya,(517) ternyata dia mendustakan dan enggan (menerima kebenaran).

===517. Yang dimaksud dengan tanda-tanda disini ialah tanda kenabian Musa a.s.- Pada pertemuan Nabi Musa a.s dengan Firaun ini, yang diperlihatkan baru dua mukjizat, yaitu tongkat Nabi Musa menjadi ular dan tangannya menjadi putih bercahaya.

 

قَالَ أَجِئْتَنَا لِتُخْرِجَنَا مِنْ أَرْضِنَا بِسِحْرِكَ يٰمُوسَىٰ

57. Dia (Fir’aun) berkata, “Apakah engkau datang kepada kami untuk mengusir kami dari negeri kami dengan sihirmu, wahai Musa?

 

فَلَنَأْتِيَنَّكَ بِسِحْرٍ مِّثْلِهِۦ فَاجْعَلْ بَيْنَنَاوَبَيْنَكَ مَوْعِدًا لَّا نُخْلِفُهُۥ نَحْنُ وَلَآ أَنتَ مَكَانًاسُوًى

58. Maka kami pun pasti akan mendatangkan sihir semacam itu kepadamu, maka buatlah suatu perjanjian untuk pertemuan antara kami dan engkau yang kami tidak akan menyalahinya dan tidak (pula) engkau, di suatu tempat yang terbuka.”

 

قَالَ مَوْعِدُكُمْ يَوْمُ الزِّينَةِ وَأَن يُحْشَرَ النَّاسُ ضُحًى

59. Dia (Musa) berkata, “(Perjanjian) waktu (untuk pertemuan kami dengan kamu itu) ialah pada hari raya dan hendaklah orang-orang dikumpulkan pada pagi hari (dhuhaa).”

 

فَتَوَلَّىٰ فِرْعَوْنُ فَجَمَعَ كَيْدَهُۥ ثُمَّ أَتَىٰ

60. Maka Fir’aun meninggalkan (tempat itu), lalu mengatur tipu dayanya, kemudian dia datang kembali (pada hari yang ditentukan).

 

قَالَ لَهُم مُّوسَىٰ وَيْلَكُمْ لَا تَفْتَرُوا۟ عَلَى اللَّهِ كَذِبًافَيُسْحِتَكُم بِعَذَابٍ ۖ وَقَدْ خَابَ مَنِ افْتَرَىٰ

61. Musa berkata kepada mereka (para pesihir), “Celakalah kamu! Janganlah kamu mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, nanti Dia membinasakan kamu dengan azab.” Dan sungguh rugi orang yang mengada-adakan kebohongan.

 

فَتَنٰزَعُوٓا۟ أَمْرَهُم بَيْنَهُمْ وَأَسَرُّوا۟ النَّجْوَىٰ

62. Maka mereka berbantah-bantahan tentang urusan mereka dan mereka merahasiakan percakapan (mereka).

 

قَالُوٓا۟ إِنْ هٰذٰنِ لَسٰحِرٰنِ يُرِيدَانِ أَن يُخْرِجَاكُم مِّنْ أَرْضِكُم بِسِحْرِهِمَا وَيَذْهَبَا بِطَرِيقَتِكُمُ الْمُثْلَىٰ

63. Mereka (para pesihir) berkata, “Sesungguhnya dua orang ini adalah pesihir yang hendak mengusirmu (Fir’aun) dari negerimu dengan sihir mereka berdua, dan hendak melenyapkan adat kebiasaanmu yang utama.

 

فَأَجْمِعُوا۟ كَيْدَكُمْ ثُمَّ ائْتُوا۟صَفًّا ۚ وَقَدْ أَفْلَحَ الْيَوْمَ مَنِ اسْتَعْلَىٰ

64. Maka kumpulkanlah segala tipu daya (sihir) kamu, kemudian datanglah dengan berbaris, dan sungguh beruntung orang yang menang pada hari ini.”

 

 

*Tadabbur*

Ayat 52 – 64 masih meneruskan kisah Musa dengan Fir’aun. Ayat 51 sebelumnya menjelaskan bahwa Fir’aun menanyakan kepada Musa bagaimana kondisi umat-umat terdahulu. Musa mengatakan bahwa ia tidak mengetahuinya dan Allah pasti mengetahuinya karena Allah itu tidak ada apa pun yang tersembunyi bagi-Nya dan tidak pernah lupa sedikitpun.

Musa menjelaskan bahwa Allah menjadikan bumi terhampar, memudahkan manusia membuat jalan-jalan di atas nya, menurunkan hujan dari langit sehigga tumbuh berbagai tanaman dan buahnya menjadi makanan manusia dan binatang ternak. Dari bumi Allah ciptakan manusia, kepadanya mereka dikuburkan dan darinya pula mereka akan dibangkitkan. Fir’aunpun murka dan menuduh Musa dan Harun datang untuk mengusirnya dari Mesir dengan sihir. Fir’aun mengumpulkan para penyihir dan meminta kepada Musa kesediaannya untuk siap bertarung dengan mereka.

Melihat para penyihir tersebut, Musa berkata kepada mereka: Celakalah kalian. Jangan sekali-kali mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, nanti kalian diazab-Nya dan kalian pasti gagal dan kalah.

Mendengar ucapan itu, para penyihir tersebut mulai gentar sehingga mereka berselisih bagaimana caranya mengalahkan Musa. Mereka mencari muka kepada Fir’aun dengan menuduh Musa dan Harun penyihir yang ingin mengusir Fir’aun dari Mesir dan menghapus tradisi yang mereka agungkan. Lalu Fir’aun menyuruh mereka berbaris dan yakin bisa menang.

 

Sumber: Mushaf Tadabbur

Ustd. Fathuddin Ja’far, MA Komunitas Tadabbur Al-Quran (KontaQ)

kontaq.tadabburquran@gmail.com ↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭