Tadabbur QS. Thaha Ayat 77-87

Ayat dan Terjemah

QS. Tahaa [20] : 77 – 87

 

وَلَقَدْ أَوْحَيْنَآ إِلَىٰ مُوسَىٰٓ أَنْ أَسْرِ بِعِبَادِى فَاضْرِبْ لَهُمْ طَرِيقًا فِى الْبَحْرِ يَبَسًا لَّا تَخٰفُ دَرَكًا وَلَا تَخْشَىٰ

77. Dan sungguh, telah Kami wahyukan kepada Musa, “Pergilah bersama hamba-hamba-Ku (Bani Israil) pada malam hari, dan pukullah (buatlah) untuk mereka jalan yang kering di laut itu,(518) (engkau) tidak perlu takut akan tersusul dan tidak perlu khawatir (akan tenggelam).”

===518. Memukul laut itu dengan tongkat. Lihat Asy-Syu’arã’ (26): 63.

 

فَأَتْبَعَهُمْ فِرْعَوْنُ بِجُنُودِهِۦ فَغَشِيَهُم مِّنَ الْيَمِّ مَا غَشِيَهُمْ

78. Kemudian Fir’aun dengan bala tentaranya mengejar mereka, tetapi mereka digulung ombak laut yang menenggelamkan mereka.

 

وَأَضَلَّ فِرْعَوْنُ قَوْمَهُۥ وَمَاهَدَىٰ

79. Dan Fir’aun telah menyesatkan kaumnya dan tidak memberi petunjuk.

 

يٰبَنِىٓ إِسْرٰٓءِيلَ قَدْ أَنجَيْنٰكُم مِّنْ عَدُوِّكُمْ وَوٰعَدْنٰكُمْ جَانِبَ الطُّورِ الْأَيْمَنَ وَنَزَّلْنَا عَلَيْكُمُ الْمَنَّ وَالسَّلْوَىٰ

80. Wahai Bani Israil! Sungguh, Kami telah menyelamatkan kamu dari musuhmu, dan Kami telah mengadakan perjanjian dengan kamu (untuk bermunajat) di sebelah kanan gunung itu (gunung Sinai) dan Kami telah menurunkan kepada kamu manna dan salwā.

 

كُلُوا۟ مِن طَيِّبٰتِ مَارَزَقْنٰكُمْ وَلَا تَطْغَوْا۟ فِيهِ فَيَحِلَّ عَلَيْكُمْ غَضَبِى ۖ وَمَن يَحْلِلْ عَلَيْهِ غَضَبِى فَقَدْ هَوَىٰ

81. Makanlah dari rezeki yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Barangsiapa ditimpa kemurkaan-Ku, maka sungguh, binasalah dia.

 

وَإِنِّى لَغَفَّارٌ لِّمَن تَابَ وَءَامَنَ وَعَمِلَ صٰلِحًا ثُمَّ اهْتَدَىٰ

82. Dan sungguh, Aku Maha Pengampun bagi yang bertobat, beriman dan berbuat kebajikan, kemudian tetap dalam petunjuk.

 

وَمَآ أَعْجَلَكَ عَن قَوْمِكَ يٰمُوسَىٰ

83. “Dan mengapa engkau datang lebih cepat daripada kaummu, wahai Musa?”

 

قَالَ هُمْ أُو۟لَآءِ عَلَىٰٓ أَثَرِى وَعَجِلْتُ إِلَيْكَ رَبِّ لِتَرْضَىٰ

84. Dia (Musa) berkata, “Itu mereka sedang menyusul aku dan aku bersegera kepada-Mu, Ya Tuhanku, agar Engkau rida (kepadaku).”

 

قَالَ فَإِنَّا قَدْ فَتَنَّا قَوْمَكَ مِنۢ بَعْدِكَ وَأَضَلَّهُمُ السَّامِرِىُّ

85. Dia (Allah) berfirman, “Sungguh, Kami telah menguji kaummu setelah engkau tinggalkan, dan mereka telah disesatkan oleh Samiri.”

 

فَرَجَعَ مُوسَىٰٓ إِلَىٰ قَوْمِهِۦ غَضْبٰنَ أَسِفًا ۚ قَالَ يٰقَوْمِ أَلَمْ يَعِدْكُمْ رَبُّكُمْ وَعْدًا حَسَنًا ۚ أَفَطَالَ عَلَيْكُمُ الْعَهْدُ أَمْ أَرَدتُّمْ أَن يَحِلَّ عَلَيْكُمْ غَضَبٌ مِّن رَّبِّكُمْ فَأَخْلَفْتُم مَّوْعِدِى

86. Kemudian Musa kembali kepada kaumnya dengan marah dan bersedih hati. Dia (Musa) berkata, “Wahai kaumku! Bukankah Tuhanmu telah menjanjikan kepadamu suatu janji yang baik? Apakah terlalu lama masa perjanjian itu bagimu atau kamu menghendaki agar kemurkaan Tuhan menimpamu, mengapa kamu melanggar perjanjianmu dengan aku?”

 

قَالُوا۟ مَآ أَخْلَفْنَا مَوْعِدَكَ بِمَلْكِنَاوَلٰكِنَّا حُمِّلْنَآ أَوْزَارًا مِّن زِينَةِ الْقَوْمِ فَقَذَفْنٰهَا فَكَذٰلِكَ أَلْقَى السَّامِرِىُّ

87. Mereka berkata, “Kami tidak melanggar perjanjianmu dengan kemauan kami sendiri, tetapi kami harus membawa beban berat dari perhiasan kaum (Fir’aun) itu, kemudian kami melemparkannya (ke dalam api), dan demikian pula Samiri melemparkannya,(519)

===519. Mereka disuruh membawa perhiasan dari emas milik orang-orang Mesir, lalu oleh Samiri dianjurkan agar perhiasan itu dilemparkan ke dalam api yang telah dinyalakannya dalam suatu lubang untuk dijadikan patung berbentuk anak sapi. Kemudian mereka melemparkannya dan diikuti pula oleh Samiri.

 

 

Tadabbur:

Ayat 77 – 79 meneruskan kisah kesombongan Fir’aun terhadap kebenaran yang dibawa Nabi Musa dan Harun. Kendati para tukang sihirnya sudah beriman melihat kebesaran dan kekuasaan Allah, Fir’aun tetap saja membangkang dan ingin membunuh Musa dan para pengikutnya.

Allah wahyukan kepada Musa agar segera membawa lari para pengikutnya di malam hari ke arah laut merah yang akan dibelah Allah agar Musa dan para pengikutnya bisa melewatinya dengan selamat. Sebab itu tidak perlu takut disusul Fir’aun dan pasukannya karena mereka akan ditenggelamkan di sana. Di sanalah peristiwa tragis kehidupan Fir’aun akan berakhir. Fir’aun hanya bisa menyesatkan kaumnya dan tidak membantu mereka mendapat petunjuk Allah dan bahkan menghalangi mereka agar beriman kepada Musa dan Allah Tuhan Pencipta mereka.

Ayat 80-87 mengingatkan Bani Israil akan berbagai nikmat yang Allah berikan kepada mereka. Di antaranya, Allah selamatkan mereka di Laut Merah dari kejaran Fir’aun, dapat makanan dari surga dan sebagainya. Sebab itu, jangan sekali-kali menyekutukan Allah, karena kemusyrikan itu amat dimurkai-Nya. Namun, mental mereka sudah rusak akibat jajahan Fir’aun terhadap mereka terlalu lama sehingga mereka tidak mau menauhidkan Allah. Samiri, sahabat mereka mengajak mereka membuat patung anak sapi dari perhiasan emas yang mereka bawa dari Mesir. Musa sangat marah atas perilaku syirik mereka tersebut.

 

Sumber: Mushaf Tadabbur

Ustd. Fathuddin Ja’far, MA Komunitas Tadabbur Al-Quran (KontaQ)

kontaq.tadabburquran@gmail.com ↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭