(Surah Al-Kahfi 83-110 & Surah Maryam 1-51)
Bersama Ustadz Fathuddin Ja’far
.: Bagian 1&2 :.
1. Tanya:
Assalamu’alaikum wr.wb ustad dalam surat An-nas ayat 6 “(syaiton) dari bangsa jin dan manusia”. Apa benar syaiton itu hanya berbentuk sifat saja?bukankah manusia diciptakan dari tanah, jin dari cahaya dan syaiton dari api? apa api itu hanya sifat panas yg identik dengan keburukan? tolong agar dijelaskan
Jawab:
Waalaikumussalam…
Sebaiknya pertanyaannya harus terkait dengan ayat-ayat yang sedang ditabburkan. Jangan lompat ke surah/ayat yang belum ditadabburkan. Karena konsep/manhaj tadabbur kita adalah runut sesuai urutan ayat dan surah dalam Al-Qur’an.
Jika mengikuti tadabbur dengan baik dan teliti, pertanyaan tersebut ditemukan jawabannya dalam surah Al-Kahfi ayat 50, bahwa Iblis itu dari kalangan Jin. Sedangkan jin diciptakan dari api (Ar-Rahman : 15), bukan dari cahaya. Ini sesuai dengan pengakuan Iblis bahwa ia tidak mau sujud kepada Adam karena ia diciptakan Allah dari api (Al-A’raf : 12).
Sebab itu, mari kita ikuti program tadabbur ini dengan baik dan rutin sehingga kita mendapatkan ilmu dan spirit Al-Qur’an lebih maksimal lagi.
————————————————————————————————————————–
2. Tanya:
Assalaamu’alaikum, Afwan.. mau tanya ustadz
>> mengenai jawaban ustadz atas pertanyaan ttg banyaknya sebutan Nabi Musa dalam Al-Quran… Tidak terlepas dr perjalanan panjang perlawanan/pertarunga antara Al-Haq yang Beliau terima dari Allah dan kebathilan yang direpresentasikan oleh penguasa kafir nan zhalim yang bernama Fir’aun dan mayoritas umat Nabi Musa sendiri yang bernama Bani Israel… dst.
Apakah itu berarti bahwa zaman Nabi Musa lebih berat perjuangan dakwahnya dibandingkan di zaman nabi yg lain dan di zaman umat nabi Muhammad saat beliau masih ada dan setelah tidak ada beliau (zaman sekarang)? Jazaakumullah khoiron
Jawab:
Secara umum, di zaman Nabi Musa jauh lebih berat perjuangan dakwahnya dibanding zaman lainnya, khususnya di zaman kita sekarang. Hal tersebut disebabkan karena Fir’aun itu kejam sekali.
Dalam Al-Qur’an banyak dijelaskan Fir’aun itu menyombongkan diri di atas muka bumi, memecah belah masyarakat, menindas mereka, membunuh setiap anak lelaki dari kalangan Bani Israel yang lahir dan membiarkan anak perempuan mereka hidup.
Sungguh Fir’aun itu benar-benar perusak (Al-Qashash: 3 & 4). Dan bahkan satu-satunya manusia yang berani mengatakan dirinya dalah tuhan yang maha tinggi. (An-Naazi’at : 24).
————————————————————————————————————————–
3. Tanya:
Tadabbur Al-Kahfi 84-97
Karakter pemimpin dalam Al Kahfi
1. Beriman kepada Allah, shaleh (86)
2. Tegas, tidak bertele-tele (87)
3. Punya kemampuan memimpin (84)
4. Mengayomi (87-88)
5. Mengharap ridho Allah saja, tidak bermotif duniawi (95)
6. Mampu memobilisasi orang-orang yang dipimpin (95,96)
7. Kuat (95,96)
Mohon dikoreksi dan apalagi ustadz yang belum nampak oleh kami?
Jawab:
Di antaranya adalah seperti yang dijelaskan itu. Sebagai tambahan, amanah, penuh tawakkal/bersandar hanya kepada Allah dan kreatif dalam mencari solusi setiap problem yang muncul, termasuk problem yang diciptakan penguasa zhalim terhadap masyarakat/rakyat.
————————————————————————————————————————–
4. Tanya:
Assalamu’alaikum. Ada beberapa pertanyaan mengenai materi tadabbur hari ini qs. Al kahfi ayat 84-97
a. Siapakah sosok zulkarnain yg diceritakan di ayat tersebut?
Jawab:
Banyak para ahli tafsir yang menjelaskan Zul Qarnain. Ada yang mengatakan ia adalah seorang raja bangsa Romawi dan sebagainya.
Yang jelas, seperti banyak riwayat diantaranya dari Ali Ibnu Abi Thalib seperti yang dinukil oleh Imam At-Thabari dalam tafsirnya : Ia adalah seorang hamba yang sholeh yang mencintai Allah, maka Allah cinta padanya. Menjalankan nasehat karena Allah, lalu Allah berikan padanya ilmu. Maka Allah mengutusnya kepada kaumnya, lalu mereka memukul kepalanya dua kali. Sebab itu ia dinamakan Zul Qarnain.
Bagaimanapun pendapat para ahli tafsir tentang Zul Qarnain, yang penting bagi kita dalam mentadabburkan ayat Allah bahwa cerita Zul Qarnain adalah cerita nyata di zaman dahulu.
Allah angkat ceritanya agar kita mendapat pelajaran yang baik. Di antaranya, Zul Qarnain adalah salah seorang hamba Allah yang diberi Allah keistimewaan dalam membela masyarakat yang tertindas. Keistimewaan tersebut tidak terlepas dari pribadi Zul Qarnain yang sangat taat kepada Allah dan mencintai-Nya dengan sepenuh jiwa dan raganya.
b. pada ayat 88 disebutkan “… dan akan kami sampaikan kepadanya perintah kami yg mudah2.” Maksud dr perintah yg mudah2 itu yg bagaimana dan contohnya spt apa?
Jawab:
Maksudnya, siapa saja yanag mau beriman dan beramal shaleh Allah akan berikan balasannya syurga dan akan diajarkan oleh Zul Qarnain kepadanya hal-hal yang mudah yang mendekatkan diri kepada Allah, berupa syariat Allah di zaman itu.
c. Kemudian disebutkan bahwa Zulkarnain bertemu dengan suatu kaum yg meminta ia membuatkan dinding penghalang antara mereka dgn Ya’juj dan Ma’juj. Dimanakah letak pasti dinding yg dibuat Zulkarnain? Apakah masih ada hingga sekarang? atau apakah dinding ini bisa dilihat atau sekedar perumpamaan saja? Jazakumullahu khoiron..
Jawab:
Banyak riwayat ahli tafsir terkait dengan masalah ini. Ada tiga hal yang terkait:
Pertama kata السَّدَّيْنِ dalam ayat 93. Imam At-Tahbari menjelaskan maksudnya ialah dua gunung yang membatasi antara Armenia dan Azerbaijan.
Kedua, kata سَدًّا dalam ayat 94 yang berarti tembok/pemisah. Berarti tembok yang dibuat Zul Qurnain itu adalah di sekitar Armenia dan Azerbaijan.
Ketiga, kata يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ ialah dua kaum yang sangat kasar dan beringas serta selalu merusak di atas muka bumi.
Dari struktur kata dan alur cerita yang Allah ceritakan, dapat dipahami dengan mudah dan jelas bahwa cerita Zul Qarnain dengan segala kemampuannya, termasuk membuat tembok pemisah adalah cerita nyata, dan bukan perumpamaan.
Tinggal masalah di mana letak tembok tersebut merupakan penafsiran dan membutuhkan penelitian yang cermat karena Allah tidak menjelaskan di mana tempat pastinya, seperti yang Allah ceritakan tentang Nabi Ibrahim yang menyebutkan Bakkah/Makkah sebagai tempat tinggalnya.
————————————————————————————————————————–5. Tanya:
Assalamualaikum,, ana mau tanya di zaman nabi siapakah zulkarnain itu hidup? Apakah sama “the great Alezander yg hidup pada zaman yunani kuno dg zulkarnain yg ada dalam Al-Quran? Syukran.
Jawab:
Ada ulama tafsir yang berpendapat bahwa Zul Qarnain itu lahir dari kaum Yunani di Alexander di Mesir. Sebab itu, Beliau dinamakan oleh orang Barat dengan the great Alexander.————————————————————————————————————————–
6. Tanya:
Bismillah, Ustadz,, mau tanya: Biasanya Allah utuskan 1 nabi/rosul utk 1 kaum. Sedang pemuda Zulkarnaen ini berkeliling ke bbrp arah/penjuru, yg salah satunya untuk mengerjakan kebaikan (mengajak beriman),, ibroh apa yg hendak disampaikan lewat kisah Zulkarnaen ini dibanding dg nabi2 yg diutus utk kaumnya saja?
Jawab :
Ibroh yang paling besar yang kita dapatkan dalam kehidupan dan perjalanan hidup para Nabi dan orang-orang shaleh yang Allah ceritakan dalam Al-Qur’an ialah :
a. Manusia ini Allah ciptakan dan amanahkan tinggal/hidup di bumi untuk sementara dengan visi khilafah (menegakkan kebenaran dan membangun bumi dengan sistem Al-Haq yang Allah ciptakan (wahyu) dan misi ibadah agar kehidupan umat manunia menjadi lurus dan baik.
b. Manusia yang siap menjalankan visi dan misi tersebutlah yang Allah berikan kemampuan menegakkan kebenaran dan memakmurkan penduduk bumi dengan adil dan penuh berkah. Selain itu, hanya akan menyengsarakan manusia, sebagaimana yang Allah ceritakan pada umat-umat terdahulu sejak dari kaum Nuh sampai zaman Nabi Muhammad Saw diutus.
Ajaibnya, hari ini pun kita menyaksikan kegagalan sistem jahiliyah yang bernama komunisme/sosialisme, kapitalisme, demokrasi, nasionalisme dan seterusnya. Ketika visi dan misi hidup pemerintahan dunia hari ini melenceng dari yang sudah Allah gariskan, maka kesengsaraan demi kesengsaraan yang melilit kehidupan masyarakat dan rakyat.
Kesengsaraan tersebut tidak hanya terjadi dalam kehidupan dunia dan akan berlanjut sampai ke akhirat kelak (Surah Thoha : 124). Semoga Allah lindungi kita dari kehinaan hidup di dunia dan kesengsaraan akhirat.————————————————————————————————————————–
Surah Al-Kahfi Ayat 98-110
7. Tanya:
Bismillah,, tanya ustadz,,
Pada ayat 105. “Mereka itu adalah orang yang mengingkari ayat-ayat Tuhan mereka dan (tidak percaya) terhadap pertemuan dengan-Nya. Maka sia-sia amal mereka, dan Kami tidak memberikan penimbangan terhadap (amal) mereka pada Hari Kiamat. Pertanyaan:
1. Tidak memberikan penimbangan terhadap mereka (orang2 yg mengingkari ayat Allah), apakah tidak memberikan penimbangan sama sekali ato bagaimana, meskipun pernah beriman?
Jawab:
Maksud tidak memberikan penimbangan itu ialah tidak memberikan nilai kebaikan sedikit pun karena ia telah kafir dan syirik kepada Allah. Karena kekufuran dan kemusyrikan itu menghapus atau membatalkan semua amal kebaikan, kendati sebelumnya pernah beriman dan beramal shaleh.————————————————————————————————————————–
2. Pada konteks berislam hanya untuk status (ex : ktp), kemudian orang tsb ingkar terhadap ayat2 Allah,, apakah juga akan tidak mendapat penimbangan (amal mereka sia2)?
Jawab:
Beriman dengan status KTP saja tidak akan mendapatkan penilaian yang baik di sisi Allah. Apalagi jika ingkar pada ayat-ayat Allah. Ingkar pada ayat Allah itu menyebabkan seseorang jatuh kafir dan batal keimannya yang sudah pasti batal pula semua kebaikannya di sisi Allah.————————————————————————————————————————–
3. Yg dimaksud ingkar dalam ayat tersebut,, ingkar secara jahriyah atau sirriyah? Syukron.
Jawab:
Ingkar tersebut bisa secara jahriyyah (dalam bentuk ucapan atau perbuatan) maupun sirriyyah (I’tiqad/keyakinan).————————————————————————————————————————–
8. Tanya:
Pada ayat 107-108 disebutkan bahwa orang beriman yg melakukan kebajikan mereka akan kekal di surgaNya.
Apa yg dimaksud dr ayat tersebut, mereka dpt langsung masuk surga krn kebajikan yg mereka lakukan? Atau Allah akan memasukkan dl mereka ke neraka untuk menghukum atas dosa2 yg juga pernah mereka lakukan? Mengingat tidak ada seorangpun yg tidak luput dr berbuat dosa sekalipun dia orang yg beriman. Jazaakumullahu khoiron…
Jawab:
Dalam menentukan apakah seorang Mukmin langsung masuk ke syurga atau diazab dulu di neraka, terdapat tiag kondisi :
a. Jika imannya bersih dari kemusyrikan dan kekufuran sedangkan amal ibadah/kebaikannya lebih banyak dari amak keburukan/dosanya, walau hanya sedikit, maka ia akan masuk langsung ke syurga, tanpa mendapat siksaan.
b. Jika imannya bersih dari kemusyrikan dan kekufuran sedangkan amal ibadah/kebaikannya lebih sedikit dari amak keburukan/dosanya, walau hanya sedikit, maka ia akan masuk neraka untuk mendapatkan siksaan. Setelah selesai, ia akan Allah masukkan ke syurga.
c. Jika imannya dikotori kemusyrikan dan kekufuran sedangkan ia tidak sempat bertaubat sebelum meninggal dunia, maka ia akan langsung masuk neraka dan kekal di dalamnya, kendati amal ibadah/kebaikannya lebih banyak dari amal keburukan/dosanya, karena kemusyrikan dan kekufuran tersebut telah membatalkan semua amal shalehnya.
Inilah yang dimaksud ayat 104 & 105 Surah Al-Kahfi tersebut.————————————————————————————————————————–
9. Tanya:
Seperti apakan makhluk yg bernama Yakjuj dan makjuj (berupa apa?) Apa sama dengan dajjal yg akan muncul di hari kiamat?? Syukron
Jawab :
Banyak riwayat hadist terkait Yakjuj dan Makjuj. Dari beberapa riwayat tersebut dan juga ayat 95 – 97 bahwa Yakjuj dan Makjuj itu dua kaum/bangsa yang sangat perkasa, sangat menakutkan dan dengan mudah menguasai dunia, khususnya kaum Muslimin. Mereka akan keluar mendekati hari kiamat.
Sedangkan Dajjal adalah seorang lelaki perkasa yang memiliki satu mata.————————————————————————————————————————–
10. Tanya:
Pada tdabbur dijelaskan segala sesuatu ditetapkan Allah melalui sistem sebab akibat.
Mohon penjelasannya ustadz mengenai sistem sebab akibat ini maksudnya bagaimana? Karena apabila manusia melanggar salah satu / keduanya akan mengakibatkan bencana dan musibah dunia-akhirat.
Jawab:
Hukum sebab akibat itu ialah seperti jika seseorang beriman dan beramal shaleh dengan ikhlas karena Allah dan sesuai dengan tuntutan Rasulullah maka ia mendapatkan pahala dan syurga sesuai janji Allah. Begitu pula sebaliknya, jika ia kafir/musyrik dan tidak mau menjalankan syariat Allah dan ajaran Rasulullah maka ia dapat dosa dan masuk neraka di akhirat kelak. Allah ciptakan sistem/aturan seperti ini dan tidak akan pernah Allah rubah.
.: Bagian 3 :.
.: Bagian 4 :.
.: Bagian 5 :.
.: Bagian 6 :.
Komunitas Tadabbur Al-Quran (KontaQ)
Gabung KontaQ:
Infaq Dakwah:
BNI Syariah
No. Rek: 0377944439 a.n MEYRINDA R. HILIPITO QQ KONTAQ
Konfirmasi: 081906063951



