Ayat dan Terjemah
QS. Al-Hasyr [59] : 17 – 24
فَكَانَ عَاقِبَتَهُمَآ اَنَّهُمَا فِى النَّارِ خٰلِدَيْنِ فِيْهَاۗ وَذٰلِكَ جَزٰۤؤُا الظّٰلِمِيْنَࣖ
17. Maka, kesudahan bagi keduanya (setan dan manusia yang mengikutinya) bahwa keduanya berada dalam neraka, kekal di dalamnya. Itulah balasan bagi orang-orang zalim.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ
18. Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ نَسُوا اللّٰهَ فَاَنْسٰىهُمْ اَنْفُسَهُمْۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ
19. Janganlah kamu seperti orang-orang yang melupakan Allah sehingga Dia menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang fasik.
لَا يَسْتَوِيْٓ اَصْحٰبُ النَّارِ وَاَصْحٰبُ الْجَنَّةِۗ اَصْحٰبُ الْجَنَّةِ هُمُ الْفَاۤىِٕزُوْنَ
20. Tidak sama para penghuni neraka dengan para penghuni surga. Penghuni-penghuni surga itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan.
لَوْ اَنْزَلْنَا هٰذَا الْقُرْاٰنَ عَلٰى جَبَلٍ لَّرَاَيْتَهٗ خَاشِعًا مُّتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ اللّٰهِۗ وَتِلْكَ الْاَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ
21. Seandainya Kami turunkan Al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah karena takut kepada Allah. Perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia agar mereka berpikir.
هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِۚ هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ
22. Dialah Allah Yang tidak ada tuhan selain Dia. (Dialah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata. Dialah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلٰمُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيْزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُۗ سُبْحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ
23. Dialah Allah Yang tidak ada tuhan selain Dia. Dia (adalah) Maharaja, Yang Mahasuci, Yang Mahadamai, Yang Maha Mengaruniakan keamanan, Maha Mengawasi, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, dan Yang Memiliki segala keagungan. Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
هُوَ اللّٰهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰىۗ يُسَبِّحُ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُࣖ
24. Dialah Allah Yang Maha Pencipta, Yang Mewujudkan dari tiada, dan Yang Membentuk rupa. Dia memiliki nama-nama yang indah. Apa yang di langit dan di bumi senantiasa bertasbih kepada-Nya. Dialah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.
Tadabbur
Ayat 17 meneruskan ayat sebelumnya terkait tipu daya setan kepada manusia. Baik setan yang menyesatkan manusia ataupun manusia yang disesatkan, kedua-duanya masuk neraka dan kekal di dalamnya. Itulah balasan orang-orang kafir dan menyekutukan Allah.
Ayat 18-20 menjelaskan bahwa di antara ciri orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah itu ialah yang berorientasi akhirat. Untuk itu, ia memiliki planning jangka panjang, yakni sampai akhirat.
Planningnya ialah fokus beramal untuk setelah mati, menjadikan iman dan takwa sebagai landasan aktivitas hidup, selalu berzikir pada Allah, karena lupa pada Allah mengakibatkan kedurhakaan atau fasik pada-Nya, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai the way of lifenya.
Al-Qur’an itu adalah mukjizat yang dahsyat dalam mengubah hati dan pikiran manusia serta melahirkan sifat takut pada Allah sebagai tuhan Pencipta alam semesta.
Kalaulah Al-Quran itu diturunkan ke atas gunung, pasti gunung itu tunduk dan terbelah karena takut pada Allah. Itulah perumpamaan yang dibuat Allah untuk manusia agar mereka menggunakan akal untuk berpikir.
Ayat 22-24 dari surah Al-Hasyr ini menjelaskan beberapa nama dari 99 nama yang dimiliki-Nya. Allah adalah Zat yang tidak ada tuhan lain yang berhak disembah selain Dia. Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Dia Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Allah adalah Zat yang tidak ada tuhan lain yang berhak disembah selain Dia. Maharaja Mahasuci, Mahaselamat, Mahaaman (Pemberi keamanan), Maha Menguasai, Mahaperkasa, Mahakuasa dan Mahabesar. Mahasuci Allah dari apa yang mereka sekutukan.
Dialah Allah yang Maha Pencipta, Maha Mengadakan, Maha Pendesain dan bagi-Nya nama-nama yang sangat indah. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi dan Dia adalah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.
Sumber: Mushaf Tadabbur
Ustd. Fathuddin Ja’far, MA Komunitas Tadabbur Al-Quran (KontaQ)
kontaq.tadabburquran@gmail.com ↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭


