Tadabbur QS. Al-Muddatstsir Ayat 18-47

Ayat dan Terjemah

QS. Al-Muddatsir [74] : 18 – 47

 

اِنَّهٗ فَكَّرَ وَقَدَّرَۙ

18. Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya).

 

فَقُتِلَ كَيۡفَ قَدَّرَۙ‏

19. maka celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan?

 

ثُمَّ قُتِلَ كَيۡفَ قَدَّرَۙ

20. Sekali lagi, celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan?

 

ثُمَّ نَظَرَۙ

21. Kemudian dia (merenung) memikirkan.

 

ثُمَّ عَبَسَ وَبَسَرَۙ‏

22. lalu berwajah masam dan cemberut.

 

ثُمَّ اَدۡبَرَ وَاسۡتَكۡبَرَۙ

23. kemudian berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri.

 

فَقَالَ اِنۡ هٰذَاۤ اِلَّا سِحۡرٌ يُّؤۡثَرُۙ

24. lalu dia berkata, “(Al-Qur’an) ini hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu).

 

اِنۡ هٰذَاۤ اِلَّا قَوۡلُ الۡبَشَرِؕ

25. Ini hanyalah perkataan manusia.

 

سَاُصۡلِيۡهِ سَقَرَ‏

26. Kelak, Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar.

 

وَمَاۤ اَدۡرٰٮكَ مَا سَقَرُؕ

27. Dan tahukah kamu apa (neraka) Saqar itu?

 

لَا تُبۡقِىۡ وَ لَا تَذَرُ‌ۚ

28. Ia (Saqar itu) tidak meninggalkan dan tidak membiarkan. (877)

===877. Apa yang dilemparkan ke dalam neraka itu diazabnya sampai binasa kemudian dikembalikannya sebagai semula untuk diazab kembali.

 

لَـوَّاحَةٌ لِّلۡبَشَرِ‌ۖ‌ۚ

29. yang menghanguskan kulit manusia.

 

عَلَيۡهَا تِسۡعَةَ عَشَرَؕ

30. Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga).

 

وَمَا جَعَلۡنَاۤ اَصۡحٰبَ النَّارِ اِلَّا مَلٰٓٮِٕكَةً‌ ۖوَّمَا جَعَلۡنَا عِدَّتَهُمۡ اِلَّا فِتۡنَةً لِّلَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا ۙ لِيَسۡتَيۡقِنَ الَّذِيۡنَ اُوۡتُوا الۡكِتٰبَ وَيَزۡدَادَ الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اِيۡمَانًا‌ وَّلَا يَرۡتَابَ الَّذِيۡنَ اُوۡتُوا الۡكِتٰبَ وَالۡمُؤۡمِنُوۡنَ‌ۙ وَلِيَقُوۡلَ الَّذِيۡنَ فِىۡ قُلُوۡبِهِمۡ مَّرَضٌ وَّالۡكٰفِرُوۡنَ مَاذَاۤ اَرَادَ اللّٰهُ بِهٰذَا مَثَلًا ‌ؕ كَذٰلِكَ يُضِلُّ اللّٰهُ مَنۡ يَّشَآءُ وَيَهۡدِىۡ مَنۡ يَّشَآءُ ‌ؕ وَمَا يَعۡلَمُ جُنُوۡدَ رَبِّكَ اِلَّا هُوَ ‌ؕ وَمَا هِىَ اِلَّا ذِكۡرٰى لِلۡبَشَرِ

31. Dan yang Kami jadikan penjaga neraka itu hanya dari malaikat; dan Kami menentukan bilangan mereka itu hanya sebagai cobaan bagi orang-orang kafir, agar orang-orang yang diberi kitab menjadi yakin, agar orang yang beriman bertambah imannya, agar orang-orang yang diberi kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu; dan agar orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (berkata), “Apakah yang dikehendaki Allah dengan (bilangan) ini sebagai suatu perumpamaan?” Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada orang-orang yang Dia kehendaki. Dan tidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri. Dan Saqar itu tidak lain hanyalah peringatan bagi manusia.

 

كَلَّا وَالۡقَمَرِ

32. Tidak! (878) Demi bulan.

===878. “Tidak” adalah bantahan terhadap ucapan-ucapan orang-orang musyrik yang mengingkari hal-hal tersebut di atas.

 

وَالَّيۡلِ اِذۡ اَدۡبَرَۙ

33. dan demi malam ketika telah berlalu.

 

وَالصُّبۡحِ اِذَاۤ اَسۡفَرَۙ

34. dan demi subuh apabila mulai terang.

 

اِنَّهَا لَاِحۡدَى الۡكُبَرِۙ‏

35. sesunggunya (Saqar itu) adalah salah satu (bencana) yang sangat besar.

 

نَذِيۡرًا لِّلۡبَشَرِۙ

36. sebagai peringatan bagi manusia,

 

لِمَنۡ شَآءَ مِنۡكُمۡ اَنۡ يَّتَقَدَّمَ اَوۡ يَتَاَخَّرَؕ

37. (yaitu) bagi siapa di antara kamu yang ingin maju atau mundur.(879)

===879. Maju menerima peringatan dan yang dimaksud dengan mundur ialah tidak mau menerima peringatan.

 

كُلُّ نَفۡسٍ ۢ بِمَا كَسَبَتۡ رَهِيۡنَةٌ

38. Setiap orang bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukannya.

 

اِلَّاۤ اَصۡحٰبَ الۡيَمِيۡنِۛ

39. kecuali golongan kanan.

 

فِىۡ جَنّٰتٍ ۛ يَتَسَآءَلُوۡنَۙ

40. berada di dalam surga, mereka saling menanyakan.

 

عَنِ الۡمُجۡرِمِيۡنَۙ

41. tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa.

 

مَا سَلَـكَكُمۡ فِىۡ سَقَرَ

42. “Apa yang menyebabkan kamu masuk ke dalam (neraka) Saqar?”

 

قَالُوۡا لَمۡ نَكُ مِنَ الۡمُصَلِّيۡنَۙ

43. Mereka menjawab, “Dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang me-laksanakan shalat.

 

وَلَمۡ نَكُ نُطۡعِمُ الۡمِسۡكِيۡنَۙ‏

44. dan kami (juga) tidak memberi makan orang miskin.

 

وَكُنَّا نَخُوۡضُ مَعَ الۡخَـآٮِٕضِيۡنَۙ

45. bahkan kami biasa berbincang (untuk tujuan yang batil), bersama orang-orang yang membicarakannya.

 

وَ كُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوۡمِ الدِّيۡنِۙ‏

46. dan kami mendustakan hari pembalasan.

 

حَتّٰٓى اَتٰٮنَا الۡيَقِيۡنُؕ

47. sampai datang kepada kami kematian.

 

Tadabbur:

Ayat 18-47 meneruskan ayat sebelumnya terkait rekayasa musuh Islam. Dalam kasus ini Allah angkat kisah Al-Walid Ibnu Al-Mughirah. Ia adalah tokoh intelektual Mekkah.

Ia berpaling dari wahyu, menyombongkan diri dan mengatakan Al-Qur’an itu sihir dan ucapan manusia biasa. Akibat sikap dan ucapan tersebut, Allah sediakan baginya neraka Saqar yang melahap manusia yang ada di dalamnya, membakar kulit mereka dan dijaga oleh para malaikat.

Neraka Saqar itu masalah besar. Pelajaran bagi manusia. Silakan percaya atau tidak, karena setiap diri akan terikat dengan keyakinannya. Kaum atau golongan kanan (Mukmin) masuk surga. Para pembakang Allah masuk neraka penghuni Saqar, karena mereka tidak shalat, tidak membantu kaum miskin, ikut memperolok-olokan Islam dan tidak yakin pada hari pembalasan sampai kami mati dalam kekafiran dan kemusyrikan.

Sebab itu, jaga kebersihan akidah dan terapkan ajaran Islam lain dalam kehidupan. Sebab itu, iman pada akhirat, khususnya surga dan neraka, dapat memotivasi kaum Mukmin untuk memperbanyak amal saleh dan memperbaiki keimanan.

 

Sumber: Mushaf Tadabbur

Ustd. Fathuddin Ja’far, MA Komunitas Tadabbur Al-Quran (KontaQ)

kontaq.tadabburquran@gmail.com ↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭