Ayat dan Terjemah
QS. Al Muthaffifin [83] : 7 – 34
كَلا إِنَّ كِتَابَ الْفُجَّارِ لَفِي سِجِّينٍ
7. Sekali-kali jangan begitu! Sesungguhnya catatan orang yang durhaka benar-benar tersimpan dalam Sijjīn. (900)
===900. Nama kitab yang mencatat segala perbuatan orang-orang yang durhaka.
وَمَا أَدْرَاكَ مَا سِجِّينٌ
8. Dan tahukah engkau apakah Sijjīn itu?
كِتَابٌ مَرْقُومٌ
9. (Yaitu) Kitab yang berisi catatan (amal).
وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ
10. Celakalah pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan!
الَّذِينَ يُكَذِّبُونَ بِيَوْمِ الدِّينِ
11. (Yaitu) orang-orang yang mendustakannya (hari pembalasan).
وَمَا يُكَذِّبُ بِهِ إِلا كُلُّ مُعْتَدٍ أَثِيمٍ
12. Dan tidak ada yang mendustakannya (hari pembalasan) kecuali setiap orang yang melampaui batas dan berdosa,
إِذَا تُتْلَى عَلَيْهِ آيَاتُنَا قَالَ أَسَاطِيرُ الأوَّلِينَ
13. yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, dia berkata, “Itu adalah dongeng orang-orang dahulu.”
كَلا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
14. Sekali-kali tidak! Bahkan apa yang mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka.
كَلا إِنَّهُمْ عَنْ رَبِّهِمْ يَوْمَئِذٍ لَمَحْجُوبُونَ
15. Sekali-kali tidak! (901) Sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat) Tuhannya.
===901. Sekali-kali tidak seperti apa yang mereka katakan bahwa mereka dekat pada sisi Tuhan.
ثُمَّ إِنَّهُمْ لَصَالُو الْجَحِيمِ
16. Kemudian, sesungguhnya mereka benar-benar masuk neraka.
ثُمَّ يُقَالُ هَذَا الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تُكَذِّبُونَ
17. Kemudian, dikatakan (kepada mereka), “Inilah (azab) yang dahulu kamu dustakan.”
كَلا إِنَّ كِتَابَ الأبْرَارِ لَفِي عِلِّيِّينَ
18. Sekali-kali tidak! Sesungguhnya catatan orang-orang yang berbakti benar-benar tersimpan dalam ‘Illiyyīn. (902)
===902. Nama kitab yang mencatat segala perbuatan orang-orang yang berbakti.
وَمَا أَدْرَاكَ مَا عِلِّيُّونَ
19. Dan tahukah engkau apakah ‘Illiyyīn itu?
كِتَابٌ مَرْقُومٌ
20. (Yaitu) Kitab yang berisi catatan (amal),
يَشْهَدُهُ الْمُقَرَّبُونَ
21. yang disaksikan oleh (malaikat-malaikat) yang didekatkan (kepada Allah).
إِنَّ الأبْرَارَ لَفِي نَعِيمٍ
22. Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan,
عَلَى الأرَائِكِ يَنْظُرُونَ
23. mereka (duduk) di atas dipan-dipan melepas pandangan.
تَعْرِفُ فِي وُجُوهِهِمْ نَضْرَةَ النَّعِيمِ
24. Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan hidup yang penuh kenikmatan.
يُسْقَوْنَ مِنْ رَحِيقٍ مَخْتُومٍ
25. Mereka diberi minum dari khamar murni (tidak memabukkan) yang (tempatnya) masih dilak (disegel),
خِتَامُهُ مِسْكٌ وَفِي ذَلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ
26. laknya dari kasturi. Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.
وَمِزَاجُهُ مِنْ تَسْنِيمٍ
27. Dan campurannya dari tasnīm,
عَيْنًا يَشْرَبُ بِهَا الْمُقَرَّبُونَ
28. (yaitu) mata air yang diminum oleh mereka yang dekat (kepada Allah).
إِنَّ الَّذِينَ أَجْرَمُوا كَانُوا مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا يَضْحَكُونَ
29. Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang dahulu menertawakan orang-orang yang beriman.
وَإِذَا مَرُّوا بِهِمْ يَتَغَامَزُونَ
30. Dan apabila mereka (orang-orang yang beriman) melintas di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya,
وَإِذَا انْقَلَبُوا إِلَى أَهْلِهِمُ انْقَلَبُوا فَكِهِينَ
31. dan apabila kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira ria.
وَإِذَا رَأَوْهُمْ قَالُوا إِنَّ هَؤُلاءِ لَضَالُّونَ
32. Dan apabila mereka melihat (orang-orang Mukmin), mereka mengatakan, “Sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang sesat,”
وَمَا أُرْسِلُوا عَلَيْهِمْ حَافِظِينَ
33. padahal (orang-orang yang berdosa itu), mereka tidak diutus sebagai penjaga (orang-orang Mukmin).
فَالْيَوْمَ الَّذِينَ آمَنُوا مِنَ الْكُفَّارِ يَضْحَكُونَ
34. Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman yang menertawakan orang-orang kafir,
Tadabbur:
Ayat 7-17 menjelaskan kitab catatan kaum kafir bernama Sijjin. Di dalamnya tertulis semua amal kejahatan mereka. Orang-orang yang mengingkari hari kebangkitan, pada hari kiamat akan celaka, karena mereka melampaui batas, pendosa dan menuduh Al-Qur’an cerita dongeng.
Hati mereka berkarat akibat dosa-dosa yang mereka lakukan. Di akhirat, mereka tidak akan melihat Allah dan akan masuk neraka sebagai balasan dosa yang mereka lakukan.
Ayat 18-34 menjelaskan kitab catatan kaum Mukmin yang beramal saleh bernama ‘Illiyyin. Di dalamnya dicatat semua amal ibadah mereka. Disaksikan oleh para malaikat yang dekat dengan Allah.
Mereka berada dalam kenikmatan, duduk di atas dipan sambil melepaskan pandangan sejauh mata memandang. Wajah mereka bersinar tanda kesenangan dan kebahagiaan.
Kepada mereka diberikan minuman khamar pilihan yang masih tersegel dengan kasturi. Campuran minumannya dari mata air yang diminum oleh orang-orang yang dekat dengan Allah.
Orang-orang yang mengolok-olokan dan menuduh kaum mukmin sesat di dunia, pada hari itu akan ditertawakan kaum mukmin. Surga inilah yang layak bagi manusia. Surga inilah yang layak diperebutkan kaum mukmin, bukan kehidupan dunia yang fana.
Sumber: Mushaf Tadabbur
Ustd. Fathuddin Ja’far, MA Komunitas Tadabbur Al-Quran (KontaQ)
kontaq.tadabburquran@gmail.com ↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭


