Ayat dan Terjemah:
بِسْمِ اللَّهِ ٱلرَّحْمـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
يٰۤاَيُّهَا الۡمُزَّمِّلُ
1. Wahai orang yang berselimut (Muhammad)!
قُمِ الَّيۡلَ اِلَّا قَلِيۡلًا
2. Bangunlah (untuk shalat) pada malam hari, kecuali (875) sebagian kecil,
===875. Shalat malam ini mula-mula wajib, sebelum turun ayat ke 20 dalam surah ini. Setelah turunnya ayat ke 20 ini hukumnya menjadi sunnah.
نِّصۡفَهٗۤ اَوِ انْقُصۡ مِنۡهُ قَلِيۡلًا
3. (yaitu) separuhnya atau kurang sedikit dari itu,
اَوۡ زِدۡ عَلَيۡهِ وَرَتِّلِ الۡقُرۡاٰنَ تَرۡتِيۡلًا
4. atau lebih dari (seperdua) itu, dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan.
اِنَّا سَنُلۡقِىۡ عَلَيۡكَ قَوۡلًا ثَقِيۡلًا
5. Sesungguhnya Kami akan menurunkan perkataan yang berat kepadamu.
اِنَّ نَاشِئَةَ الَّيۡلِ هِىَ اَشَدُّ وَطۡـاً وَّاَقۡوَمُ قِيۡلًا
6. Sungguh, bangun malam itu lebih kuat (mengisi jiwa); dan (bacaan pada waktu itu) lebih berkesan.
اِنَّ لَـكَ فِى النَّهَارِ سَبۡحًا طَوِيۡلًا
7. Sesungguhnya pada siang hari engkau sangat sibuk dengan urusan-urusan yang panjang.
وَاذۡكُرِ اسۡمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلۡ اِلَيۡهِ تَبۡتِيۡلًا
8. Dan sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadahlah kepada-Nya dengan sepenuh hati.
رَبُّ الۡمَشۡرِقِ وَالۡمَغۡرِبِ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ فَاتَّخِذۡهُ وَكِيۡلًا
9. (Dialah) Tuhan timur dan barat, tidak ada tuhan selain Dia, maka jadikanlah Dia sebagai pelindung.
وَاصۡبِرۡ عَلٰى مَا يَقُوۡلُوۡنَ وَاهۡجُرۡهُمۡ هَجۡرًا جَمِيۡلًا
10. Dan bersabarlah (Muhammad) terhadap apa yang mereka katakan dan tinggalkanlah mereka dengan cara yang baik.
وَذَرۡنِىۡ وَالۡمُكَذِّبِيۡنَ اُولِى النَّعۡمَةِ وَمَهِّلۡهُمۡ قَلِيۡلًا
11. Dan biarkanlah Aku (yang bertindak) terhadap orang-orang yang mendustakan, yang memiliki segala kenikmatan hidup, dan berilah mereka penangguhan sebentar.
اِنَّ لَدَيۡنَاۤ اَنۡـكَالًا وَّجَحِيۡمًا
12. Sungguh, di sisi Kami ada belenggu-belenggu (yang berat) dan neraka yang menyala-nyala, J
وَّطَعَامًا ذَا غُصَّةٍ وَّعَذَابًا اَلِيۡمًا
13. dan (ada) makanan yang menyumbat di kerongkongan dan azab yang pedih.
يَوۡمَ تَرۡجُفُ الۡاَرۡضُ وَالۡجِبَالُ وَكَانَتِ الۡجِبَالُ كَثِيۡبًا مَّهِيۡلًا
14. (Ingatlah) pada hari (ketika) bumi dan gunung-gunung berguncang keras, dan menjadilah gunung-gunung itu seperti onggokan pasir yang dicurahkan.
اِنَّاۤ اَرۡسَلۡنَاۤ اِلَيۡكُمۡ رَسُوۡلًا شَاهِدًا عَلَيۡكُمۡ كَمَاۤ اَرۡسَلۡنَاۤ اِلٰى فِرۡعَوۡنَ رَسُوۡلًا
15. Rasuulna Sesungguhnya Kami telah mengutus seorang Rasul (Muhammad) kepada kamu, yang menjadi saksi terhadapmu, sebagaimana Kami telah mengutus seorang Rasul kepada Fir‘aun.
فَعَصٰى فِرۡعَوۡنُ الرَّسُوۡلَ فَاَخَذۡنٰهُ اَخۡذًا وَّبِيۡلًا
16. Namun Fir‘aun mendurhakai Rasul itu, maka Kami siksa dia dengan siksaan yang berat.
فَكَيۡفَ تَتَّقُوۡنَ اِنۡ كَفَرۡتُمۡ يَوۡمًا يَّجۡعَلُ الۡوِلۡدَانَ شِيۡبَا
17. Lalu bagaimanakah kamu akan dapat menjaga dirimu jika kamu tetap kafir kepada hari yang menjadikan anak-anak beruban.
اۨلسَّمَآءُ مُنۡفَطِرٌ ۢ بِهٖؕ كَانَ وَعۡدُهٗ مَفۡعُوۡلًا
18. Langit terbelah pada hari itu. Janji Allah pasti terlaksana.
اِنَّ هٰذِهٖ تَذۡكِرَةٌ ۚ فَمَنۡ شَآءَ اتَّخَذَ اِلٰى رَبِّهٖ سَبِيۡلًا
19. Sungguh, ini adalah peringatan. Barangsiapa menghendaki, niscaya dia mengambil jalan (yang lurus) kepada Tuhannya.
Tadabbur:
Ayat 1-19 surah Al-Muzzammil ini menjelaskan metode terbaik pembentukan karakter seorang Rasul Allah dalam mengemban amanah Islam yang amat besar dan berat ialah Qiyamullail, yakni shalat di sepertiga malam terakhir.
Metode ini berlaku untuk semua umat Nabi Muhammad saw. khususnya para da’inya. Rasul saw. dan para Sahabat shalat malam 3-6 jam setiap malam selama satu tahun penuh. Setelah itu Allah berikan keringanan, seperti yang dijelaskan pada ayat 20.
Shalat malam itu lebih kuat pengaruh dan bekasnya dalam pembentukan keyakinan dan keimanan. Kesibukan di siang hari dalam berdakwah atau berbagai aktivitas lainnya hanya dapat diimbangi dengan shalat malam.
Apalagi dalam menghadapi musuh Islam, diperlukan kesabaran ekstra. Shalat malam mampu menenangkan hati sehingga mampu sabar dalam menghadapi berbagai tantangan dan ujian.
Allah mengabarkan pada Rasul saw. bahwa masalah kejahatan kaum kafir, Dia yang akan menindak mereka di dunia. Di akhirat, sudah Allah siapkan neraka untuk mereka. Seperti halnya Fir’aun yang durhaka pada Musa.
Bagaimana mungkin kaum kafir itu merasakan keamanan pada hari kiamat di mana bayi bisa beruban dan langit hancur berantakan. Janji-Nya pasti terjadi. Ini adalah peringatan. Siapa yang mau selamat, ambillah jalan Allah.
Sumber: Mushaf Tadabbur
Ustd. Fathuddin Ja’far, MA Komunitas Tadabbur Al-Quran (KontaQ)
kontaq.tadabburquran@gmail.com ↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭


