Tadabbur QS, Al-Qadr Ayat 1-5 & QS. Al-Bayyinah Ayat 1-7

Ayat dan Terjemah:

 

بِسْمِ اللَّهِ ٱلرَّحْمـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

 

اِنَّاۤ اَنۡزَلۡنٰهُ فِىۡ لَيۡلَةِ الۡقَدۡرِ

1. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadar.(919)

===919. Malam qadar mempunyai beberapa arti, di antaranya malam kemuliaan, karena pada malam itu permulaan diturunkannya Al-Qur’an dari Lauh Mahfuz kepada Nabi Muhammad saw.

 

وَمَاۤ اَدۡرٰٮكَ مَا لَيۡلَةُ الۡقَدۡرِؕ

2. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?

 

لَيۡلَةُ الۡقَدۡرِ  ۙ خَيۡرٌ مِّنۡ اَلۡفِ شَهۡرٍؕ

3. Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.

 

تَنَزَّلُ الۡمَلٰٓٮِٕكَةُ وَالرُّوۡحُ فِيۡهَا بِاِذۡنِ رَبِّهِمۡ‌ۚ مِّنۡ كُلِّ اَمۡرٍ

4. Pada malam itu turun para malaikat dan Rµh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.

 

سَلٰمٌ هِىَ حَتّٰى مَطۡلَعِ الۡفَجۡرِ

5. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.

 

Tadabbur:

Ayat 1-5 dari surah Al-Qadr menjelaskan bahwa Allah menurunkan Al-Qur’an pertama kali dari Lauhul Mahfuzh ke langit dunia pada malam Qadr. Malam tersebut menjadi bernilai lebih dari 1.000 bulan disebabkan kemuliaan Al-Qur’an.

Kalau Al-Qur’an itu turun ke dalam diri seseorang, atau suatu masyarakat satu hari saja, maka orang atau masyarakat tersebut akan meraih nilai dalam kehidupan mereka lebih baik dari 1.000 bulan.

Jika Al-Qur’an itu turun ke dalam diri sepanjang hidup, berapa besar nilai yang diraih dari Allah? Keberkahan di dunia dan surga di akhirat balasannya.

 

Sumber: Mushaf Tadabbur

Ustd. Fathuddin Ja’far, MA Komunitas Tadabbur Al-Quran (KontaQ)

kontaq.tadabburquran@gmail.com ↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭

 

 

 

QS. Al Bayyinah Ayat 1 – 7

Ayat dan Terjemah:

 

بِسْمِ اللَّهِ ٱلرَّحْمـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

 

 

لَمۡ يَكُنِ الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا مِنۡ اَهۡلِ الۡكِتٰبِ وَالۡمُشۡرِكِيۡنَ مُنۡفَكِّيۡنَ حَتّٰى تَاۡتِيَهُمُ الۡبَيِّنَةُ

1. Orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tidak akan meninggalkan (agama mereka) sampai datang kepada mereka bukti yang nyata,

 

رَسُوۡلٌ مِّنَ اللّٰهِ يَتۡلُوۡا صُحُفًا مُّطَهَّرَةً ۙ‏

2. (yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang suci (Al-Qur’an),

 

فِيۡهَا كُتُبٌ قَيِّمَةٌ

3. di dalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus (benar).(920)

===920. Isi kitab-kitab yang diturunkan kepada nabi-nabi seperti Taurat, Zabur, dan Injil yang murni.

 

وَمَا تَفَرَّقَ الَّذِيۡنَ اُوۡتُوا الۡكِتٰبَ اِلَّا مِنۡۢ بَعۡدِ مَا جَآءَتۡهُمُ الۡبَيِّنَةُ

4. Dan tidaklah terpecah-belah orang-orang Ahli Kitab melainkan setelah datang kepada mereka bukti yang nyata.

 

وَمَاۤ اُمِرُوۡۤا اِلَّا لِيَعۡبُدُوا اللّٰهَ مُخۡلِصِيۡنَ لَـهُ الدِّيۡنَ ۙ حُنَفَآءَ وَيُقِيۡمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤۡتُوا الزَّكٰوةَ‌ وَذٰلِكَ دِيۡنُ الۡقَيِّمَةِ

5. Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar). (921)

===921. Lurus, berarti jauh dari syirik dan jauh dari kesesatan.

 

اِنَّ الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا مِنۡ اَهۡلِ الۡكِتٰبِ وَ الۡمُشۡرِكِيۡنَ فِىۡ نَارِ جَهَنَّمَ خٰلِدِيۡنَ فِيۡهَا ‌ؕ اُولٰٓٮِٕكَ هُمۡ شَرُّ الۡبَرِيَّةِ

6. Sungguh, orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Mereka itu adalah sejahat-jahat makhluk.

 

اِنَّ الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِۙ اُولٰٓٮِٕكَ هُمۡ خَيۡرُ الۡبَرِيَّةِ

7. Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.

 

Tadabbur:

Ayat 1-7 dari surah Al-Bayyinah menjelaskan bahwa orang-orang kafir dari kalangan Ahlul Kitab (Yahudi dan Nasrani) dan kaum musyrikin tidak akan meninggalkan agama mereka sebelum datang kepada mereka bukti kebenaran.

Lalu, Allah utus Rasul Saw. membacakan kepada mereka Al-Qur’an yang suci, yang di dalamnya terdapat ajaran yang lurus. Ahlul Kitab menolaknya setelah datang Rasul Saw. yang dijanjikan dalam Taurat dan Injil. Mereka disuruh menerapkan semua sistem Allah dalam kehidupan.

Allah akan masukkan kaum kafir dari Ahlul Kitab dan musyrikin ke dalam neraka dan kekal di dalamnya. Mereka adalah seburuk-buruk makhluk. Sedangkan kaum Mukmin yang beramal saleh, mereka adalah sebaik-baik makhluk Allah.

 

Sumber: Mushaf Tadabbur

Ustd. Fathuddin Ja’far, MA Komunitas Tadabbur Al-Quran (KontaQ)

kontaq.tadabburquran@gmail.com ↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭