THALUT vs JALUT

IMG_20170202_093633_732

 

♦ (Ust. Fathuddin Ja’far, M.A.) ♦

 


Alkisah di zaman dahulu kala, jauh sebelum kelahiran Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم terjadi sebuah kondisi yg sangat sulit bagi Bani Israel sepeninggalan Nabi Musa عليه السلام. Karena Bani Israel terkenal ingkar Allah dan Rasul maka Allah kirim bangsa lain untuk menjajah dan menista mereka. (QS. al-Isro’ : 5)

Kendati ada Nabi yang Allah utus setelah Nabi Musa, namun Bani Israel tidak puas dan tidak mau taat. Mereka pun meminta kepada Nabi tersebut agar Allah mengutus seorang Raja kepada mereka untuk memimpin mereka berperang di jalan Allah melawan musuh yang sudah memporak-porandakan kehidupan dan negeri mereka. Walhasil, kendati Bani Israel bangsa yang terkenal ngeyel, keras hati dan kepala, melalui Nabi tersebut, Allah utus seorang Raja bernama Thalut.

Lagi-lagi Bani Israel protes, mana mungkin Thalut bisa menjadi Raja dan Pemimpin karena dari kalangan orang tak berduit. Nabi tersebut menjelaskan Allah yang mengutus Thalut itu menjadi Raja kalian dan Allah yang memilihnya dan melebihkan fisik dan ilmunya ketimbang yang lain.

Lalu Thalut mengajak Bani Israel untuk menyatroni musuh-musuh mereka di luar kota/negeri mereka tinggal. Thalut sudah tahu tidak semua kaumnya siap berperang kendati mereka sendiri yang memintanya. Sebab itu, Thalut menguji mereka dengan melewati sebuah sungai. Thalut melarang kaumnya agar tidak meminum air sungai itu kecuali beberapa teguk saja. Hasilnya dapat dipastikan mayoritas mereka meminumnya dengan banyak, kecuali sedikit saja yang taat pada perintah Thalut karena tidak tahan pada godaan perut duniawi.

Setibanya di tempat tujuan, perang pun berkecamuk dan mayoritas Bani Israel kalang-kabut dan kabur kecuali sedikit yang bertahan. Namun demikian, di tangan yang sedikit itulah Allah menangkan mereka dari musuh-musuh mereka. Jalut yang gagah perkasa pun mati di tangan Daud yang jauh lebih kecil fisiknya. Kisah ini Allah jelaskan dalam surah al-Baqarah dari ayat 246 – 251.

Kondisi umat Islam saat ini termasuk di Indonesia mirip dengan kondisi di atas. Lalu kapan umat Islam akan menang?

Berdasarkan kisah tersebut, dapat kita pahami bahwa umat Islam akan menang dengan izin Allah, jika :

1⃣. Memiliki pemimpin yang memiliki kelebihan luar biasa dalam kekuatan fisik dan ilmu setelah Iman kepada Allah yang kuat.

2⃣. Memiliki pengikut setia yang taat kepada Allah, Rasul dan pemimpin, serta yakin betul berjuang dan berperang di jalan Allah adalah jalan bertemu dengan Allah di syurga kelak.

3⃣. Tidak terkecoh oleh jumlah yang banyak yang hanya berteriak “Jihad”, namun pada dasarnya otak dan orientasi mereka sangat materialistik.

Pertanyaannya ialah : Apakah kita umat Islam sudah memiliki poin 1⃣ dan 2⃣ di atas?

Kalau sudah, in syaa Allah kemenangan sudah dekat. Kita tingkatkan iman dan kesetiaan kita pada Allah, Rasul dan pemimpin/ulama yang lurus. Jika belum, kita harus meningkatkan keimanan dan komitmen kita pada Islam dan kita bersabar sampai masa itu tiba sesuai kehendak Allah. Bisa di usia kita, dan bisa juga pada anak cucu kita kelak.

Allahu A’lamu bish-shawab.

🏡 Komunitas Tadabbur Al-Qur’an (KontaQ)
—————————
🌐 www.kontaq.org
🔗 kon-taq.blogspot.co.id
—————————
Pendaftaran Grup KontaQ:
📎 http://bitly.com/DaftarKontaQ_G3
=======================
📱Telegram
Ikhwan: 0852-5541-3213
Akhwat: 0896-1754-8384