Tadabbur QS. Al Fath Ayat 10-15

Ayat dan Terjemah

QS. Al-Fath [48] : 10 – 15

 

اِنَّ الَّذِيْنَ يُبَايِعُوْنَكَ اِنَّمَا يُبَايِعُوْنَ اللّٰهَۗ يَدُ اللّٰهِ فَوْقَ اَيْدِيْهِمْۚ فَمَنْ نَّكَثَ فَاِنَّمَا يَنْكُثُ عَلٰى نَفْسِهٖۚ وَمَنْ اَوْفٰى بِمَا عٰهَدَ عَلَيْهُ اللّٰهَ فَسَيُؤْتِيْهِ اَجْرًا عَظِيْمًاࣖ

10. Sesungguhnya orang-orang yang berjanji setia kepadamu (Nabi Muhammad), (pada hakikatnya) mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka. Oleh sebab itu, siapa yang melanggar janji (setia itu), maka sesungguhnya (akibat buruk dari) pelanggaran itu hanya akan menimpa dirinya sendiri. Siapa yang menepati janjinya kepada Allah, maka Dia akan menganugerahinya pahala yang besar.

 

سَيَقُوْلُ لَكَ الْمُخَلَّفُوْنَ مِنَ الْاَعْرَابِ شَغَلَتْنَآ اَمْوَالُنَا وَاَهْلُوْنَا فَاسْتَغْفِرْ لَنَاۚ يَقُوْلُوْنَ بِاَلْسِنَتِهِمْ مَّا لَيْسَ فِيْ قُلُوْبِهِمْۗ قُلْ فَمَنْ يَّمْلِكُ لَكُمْ مِّنَ اللّٰهِ شَيْـًٔا اِنْ اَرَادَ بِكُمْ ضَرًّا اَوْ اَرَادَ بِكُمْ نَفْعًاۗ بَلْ كَانَ اللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرًا

11. Orang-orang Arab Badui yang ditinggalkan (karena tidak mau ikut ke Hudaibiah) akan berkata kepadamu, “Kami telah disibukkan oleh harta dan keluarga kami, maka mohonkanlah ampunan untuk kami.” Mereka mengucapkan dengan mulutnya apa yang tidak ada dalam hatinya. Katakanlah, “Siapakah yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika Dia menghendaki mudarat terhadap kamu atau jika Dia menghendaki manfaat bagimu? Bahkan, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”

 

بَلْ ظَنَنْتُمْ اَنْ لَّنْ يَّنْقَلِبَ الرَّسُوْلُ وَالْمُؤْمِنُوْنَ اِلٰٓى اَهْلِيْهِمْ اَبَدًا وَّزُيِّنَ ذٰلِكَ فِيْ قُلُوْبِكُمْ وَظَنَنْتُمْ ظَنَّ السَّوْءِۚ وَكُنْتُمْ قَوْمًا ۢ بُوْرًا

12. Bahkan, (semula) kamu menyangka bahwa Rasul dan orang-orang mukmin sama sekali tidak akan kembali lagi kepada keluarga mereka selama-lamanya dan dijadikan terasa indah yang demikian itu di dalam hatimu. Kamu telah berprasangka buruk. Oleh sebab itu, kamu menjadi kaum yang binasa.

 

وَمَنْ لَّمْ يُؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ فَاِنَّآ اَعْتَدْنَا لِلْكٰفِرِيْنَ سَعِيْرًا

13. Siapa yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir itu (neraka) Sa‘ir (yang menyala-nyala).

 

وَلِلّٰهِ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ يَغْفِرُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا

14. Milik Allahlah kerajaan langit dan bumi. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan mengazab siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

سَيَقُوْلُ الْمُخَلَّفُوْنَ اِذَا انْطَلَقْتُمْ اِلٰى مَغَانِمَ لِتَأْخُذُوْهَا ذَرُوْنَا نَتَّبِعْكُمْۚ يُرِيْدُوْنَ اَنْ يُّبَدِّلُوْا كَلٰمَ اللّٰهِۗ قُلْ لَّنْ تَتَّبِعُوْنَا كَذٰلِكُمْ قَالَ اللّٰهُ مِنْ قَبْلُۖ فَسَيَقُوْلُوْنَ بَلْ تَحْسُدُوْنَنَاۗ بَلْ كَانُوْا لَا يَفْقَهُوْنَ اِلَّا قَلِيْلًا

15. Apabila kamu nanti berangkat untuk mengambil rampasan perang, orang-orang Badui yang ditinggalkan itu akan berkata, “Biarkanlah kami mengikutimu.” Mereka hendak mengubah janji Allah. Katakanlah, “Kamu sekali-kali tidak (boleh) mengikuti kami. Demikianlah yang telah difirmankan Allah sebelumnya.” Maka, mereka akan berkata, “Sebenarnya kamu dengki kepada kami,” padahal mereka tidak mengerti kecuali sedikit sekali.

 

Tadabbur:

Ayat 10 menjelaskan, Allah meridhai para Sahabat Rasul saw. yang berbai’at Ridhwan saat perdamaian Hudaibiyah. Pada hakikatnya, mereka berbai’at kepada Allah. Sebab itu tangan Allah di atas tangan mereka. Siapa yang melanggar bai’at akan mendapat murka Allah dan siapa yang memenuhinya akan meraih pahala yang amat besar, yakni surga.

Ayat 11-15 menjelaskan karakter kaum munafik Arab Badui. Mereka tidak ikut Rasulullah dalam perang karena sibuk mengurusi harta dan keluarga. Mereka mengatakan apa yang tidak sesuai dengan hati mereka. Lalu mereka memohon Rasulullah saw. agar memintakan ampunan Allah. Mereka tidak mau ikut berperang bersama Rasul saw. karena takut mati. Padahal, jika Allah menghendaki mudharat atau manfaat untuk mereka kapan dan di mana saja, tidak ada yang dapat menolaknya.

Mereka menduga Rasul saw. dan kaum mukmin akan mati dan tidak akan kembali lagi kepada keluarga mereka saat mereka pergi berperang. Itulah bentuk su’uzhzhan mereka kepada Allah yang telah menjadi karakter mereka. Mereka adalah kaum yang binasa dan akan masuk ke dalam neraka, karena sebenarnya mereka belum beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Langit dan bumi ini milik Allah. Allah mengampuni orang yang taat kepada-Nya dan mengazab orang yang durhaka kepada-Nya. Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Allah memerintahkan Rasul saw. agar tidak mengikut sertakan mereka dalam perang Tabuk kendati mereka ingin ikut karena yakin Rasul saw. akan menang dan mendapatkan ghanimah (harta rampasan perang) yang banyak. Mereka pun menuduh kaum mukmin dengki pada mereka. Padahal itu adalah keputusan Allah dan mereka tidak memahaminya.

 

Sumber: Mushaf Tadabbur

Ustd. Fathuddin Ja’far, MA Komunitas Tadabbur Al-Quran (KontaQ)

kontaq.tadabburquran@gmail.com ↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭