Tadabbur QS. Al-Haqqah Ayat 9-34

Ayat dan Terjemah

QS. Al-Haqqah [69] : 9- 34

 

وَجَآءَ فِرۡعَوۡنُ وَمَنۡ قَبۡلَهٗ وَالۡمُؤۡتَفِكٰتُ بِالۡخَـاطِئَةِ‌ۚ‏

9. Kemudian datang Fir‘aun dan orang-orang yang sebelumnya dan (penduduk) negeri-negeri yang dijungkirbalikkan karena kesalahan yang besar.(858)

===858. Umat-umat dahulu yang mengingkari nabi-nabi seperti kaum Saleh, kaum Syuaib dan lain-lain dan negeri-negeri yang dijungkirbalikkan ialah negeri-negeri kaum Lut. Sedangkan kesalahan yang dilakukan mereka ialah mendustakan para rasul.

 

فَعَصَوۡا رَسُوۡلَ رَبِّهِمۡ فَاَخَذَهُمۡ اَخۡذَةً رَّابِيَةً‏

10. Maka mereka mendurhakai utusan Tuhannya, Allah menyiksa mereka dengan siksaan yang sangat keras.

 

اِنَّا لَمَّا طَغَا الۡمَآءُ حَمَلۡنٰكُمۡ فِى الۡجَارِيَةِ ۙ‏

11. Sesungguhnya ketika air naik (sampai ke gunung), Kami membawa (nenek moyang) kamu (859) ke dalam kapal,

===859. Yang dibawa dalam kapal Nabi Nuh untuk diselamatkan ialah keluarga Nabi Nuh dan orang-orang yang beriman, tidak termasuk anaknya yang durhaka.

 

لِنَجۡعَلَهَا لَـكُمۡ تَذۡكِرَةً وَّتَعِيَهَاۤ اُذُنٌ وَّاعِيَةٌ

12. agar Kami jadikan (peristiwa itu) sebagai peringatan bagi kamu dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar.

 

فَاِذَا نُفِخَ فِى الصُّوۡرِ نَفۡخَةٌ وَّاحِدَةٌ

13. Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup,(860)

===860. Tiupan pertama yang pada waktu itu seluruh alam menjadi hancur.

 

وَحُمِلَتِ الۡاَرۡضُ وَ الۡجِبَالُ فَدُكَّتَا دَكَّةً وَّاحِدَةً

14. dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali benturan.

 

فَيَوۡمَٮِٕذٍ وَّقَعَتِ الۡوَاقِعَةُ

15. Maka pada hari itu terjadilah hari Kiamat,

 

وَانْشَقَّتِ السَّمَآءُ فَهِىَ يَوۡمَٮِٕذٍ وَّاهِيَةٌ ۙ‏

16. dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi rapuh.

 

وَّالۡمَلَكُ عَلٰٓى اَرۡجَآٮِٕهَا ‌ؕ وَيَحۡمِلُ عَرۡشَ رَبِّكَ فَوۡقَهُمۡ يَوۡمَٮِٕذٍ ثَمٰنِيَةٌ

17. Dan para malaikat berada di berbagai penjuru langit. Pada hari itu delapan malaikat menjunjung ‘Arsy (singgasana) Tuhanmu di atas (kepala) mereka.

 

يَوۡمَٮِٕذٍ تُعۡرَضُوۡنَ لَا تَخۡفٰى مِنۡكُمۡ خَافِيَةٌ

18. Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tidak ada sesuatu pun dari kamu yang tersembunyi (bagi Allah).

 

فَاَمَّا مَنۡ اُوۡتِىَ كِتٰبَهٗ بِيَمِيۡنِهٖۙ فَيَقُوۡلُ هَآؤُمُ اقۡرَءُوۡا كِتٰبِيَهۡ‌ۚ‏

19. Adapun orang yang kitabnya (861) diberikan di tangan kanannya, maka dia berkata, “Ambillah, bacalah kitabku (ini).”

===861. Catatan amalan perbuatan.

 

اِنِّىۡ ظَنَنۡتُ اَنِّىۡ مُلٰقٍ حِسَابِيَهۡ‌ۚ‏

20. Sesungguhnya aku yakin, bahwa (suatu saat) aku akan menerima perhitungan terhadap diriku.

 

فَهُوَ فِىۡ عِيۡشَةٍ رَّاضِيَةٍۙ‏

21. Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai,

 

فِىۡ جَنَّةٍ عَالِيَةٍۙ‏

22. dalam surga yang tinggi,

 

قُطُوۡفُهَا دَانِيَةٌ

23. buah-buahannya dekat,

 

كُلُوۡا وَاشۡرَبُوۡا هَنِيۡٓـــًٔا ۢ بِمَاۤ اَسۡلَفۡتُمۡ فِى الۡاَيَّامِ الۡخَـالِيَةِ

24. (kepada mereka dikatakan), “Makan dan minumlah dengan nikmat karena amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu.”

 

وَاَمَّا مَنۡ اُوۡتِىَ كِتٰبَهٗ بِشِمَالِهٖ فَيَقُوۡلُ يٰلَيۡتَنِىۡ لَمۡ اُوۡتَ كِتٰبِيَهۡ‌ۚ

25. Dan adapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kirinya, maka dia berkata, “Alangkah baiknya jika kitabku (ini) tidak diberikan kepadaku.

 

وَلَمۡ اَدۡرِ مَا حِسَابِيَهۡ‌ۚ‏

26. Sehingga aku tidak mengetahui bagaimana perhitunganku.

 

يٰلَيۡتَهَا كَانَتِ الۡقَاضِيَةَ‌ ۚ‏

27. Wahai, kiranya (kematian) itulah yang menyudahi segala sesuatu.

 

مَاۤ اَغۡنٰى عَنِّىۡ مَالِيَهۡۚ

28. Hartaku sama sekali tidak berguna bagiku.

 

هَلَكَ عَنِّىۡ سُلۡطٰنِيَهۡ‌ۚ‏

29. Kekuasaanku telah hilang dariku.”

 

خُذُوۡهُ فَغُلُّوۡهُ

30. (Allah berfirman), “Tangkaplah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya.”

 

ثُمَّ الۡجَحِيۡمَ صَلُّوۡهُ ۙ‏

31. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala.

 

ثُمَّ فِىۡ سِلۡسِلَةٍ ذَرۡعُهَا سَبۡعُوۡنَ ذِرَاعًا فَاسۡلُكُوۡهُ ؕ‏

32. Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta.

 

اِنَّهٗ كَانَ لَا يُؤۡمِنُ بِاللّٰهِ الۡعَظِيۡمِۙ

33. Sesungguhnya dialah orang yang tidak beriman kepada Allah Yang Mahabesar.

 

وَلَا يَحُضُّ عَلٰى طَعَامِ الۡمِسۡكِيۡنِؕ

34. Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin.

 

Tadabbur:

Ayat 9-18 meneruskan ayat sebelumnya terkait kiamat dan pemusnahan kaum-kaum yang tidak beriman kepada Allah, termasuk Fir’aun dan penduduk negeri-negeri yang dijungkirbalikkan Allah. Semuanya akibat durhaka pada Allah.

Begitu pula peristiwa banjir besar di zaman Nabi Nuh, agar dapat menjadi pelajaran adalah orang yang menggunakan akalnya dengan baik.

Saat sangkakala ditiupkan, Allah hancurkan alam semesta ini. Delapan malaikat hari itu memikul penjuru-penjuru ‘Arasy Allah dan tidak ada lagi yang dapat disembunyikan oleh manusia.

Ayat 19-34 menjelaskan di Mahsyar nanti manusia ada yang diberikan kitab catatan amalnya dari sebelah kanan, sebagai tanda ia penghuni surga dengan segala fasilitasnya.

Dan ada yang diberikan dari sebelah kiri, pertanda ia adalah penghuni neraka. Ia berharap tidak diberikan kitab catatan amalnya. Ia menyadari bahwa hartanya tidak berguna dan kekuasaan mencelakakannya.

Lalu ia dilemparkan ke dalam neraka Jahim sambil diikat dengan rantai 70 hasta, karena tidak beriman pada Allah yang Mahagung dan tidak memberi makan orang-orang miskin.

 

Sumber: Mushaf Tadabbur

Ustd. Fathuddin Ja’far, MA Komunitas Tadabbur Al-Quran (KontaQ)

kontaq.tadabburquran@gmail.com ↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭