Ayat dan Terjemah:
بِسْمِ اللَّهِ ٱلرَّحْمـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
عَمَّ يَتَسَآءَلُوۡنَۚ
1. Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya?
عَنِ النَّبَاِ الۡعَظِيۡمِۙ
2. Tentang berita yang besar (hari kebangkitan).
الَّذِىۡ هُمۡ فِيۡهِ مُخۡتَلِفُوۡنَؕ
3. yang dalam hal itu mereka berselisih.
كَلَّا سَيَعۡلَمُوۡنَۙ
4. Tidak! (892) Kelak mereka akan mengetahui,
===892. Sanggahan terhadap pendapat orang-orang kafir Mekah yang meningkari hari berbangkit dan Hari Kiamat.
ثُمَّ كَلَّا سَيَعۡلَمُوۡنَ
5. sekali lagi tidak! Kelak mereka akan mengetahui.
اَلَمۡ نَجۡعَلِ الۡاَرۡضَ مِهٰدًا
6. Bukankah Kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan,
وَّالۡجِبَالَ اَوۡتَادًا
7. dan gunung-gunung sebagai pasak?
وَّخَلَقۡنٰكُمۡ اَزۡوَاجًا
8. Dan Kami menciptakan kamu berpasang-pasangan,
وَّجَعَلۡنَا نَوۡمَكُمۡ سُبَاتًا
9. dan Kami menjadikan tidurmu untuk istirahat,
وَّجَعَلۡنَا الَّيۡلَ لِبَاسًا
10. dan Kami menjadikan malam sebagai pakaian(893)
===893. Malam itu disebut sebagai “pakaian” karena malam itu gelap menutupi jagat sebagaimana pakaian menutupi tubuh manusia.
وَّجَعَلۡنَا النَّهَارَ مَعَاشًا
11. dan Kami menjadikan siang untuk mencari penghidupan,
وَّبَنَيۡنَا فَوۡقَكُمۡ سَبۡعًا شِدَادًا
12. dan Kami membangun di atas kamu tujuh (langit) yang kokoh,
وَّ جَعَلۡنَا سِرَاجًا وَّهَّاجًا
13. dan Kami menjadikan pelita yang terang-benderang (matahari),
وَّاَنۡزَلۡنَا مِنَ الۡمُعۡصِرٰتِ مَآءً ثَجَّاجًا
14. dan Kami turunkan dari awan, air hujan yang tercurah dengan hebatnya,
لِّـنُخۡرِجَ بِهٖ حَبًّا وَّنَبَاتًا
15. untuk Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tanam-tanaman,
وَّجَنّٰتٍ اَلۡفَافًا
16. dan kebun-kebun yang rindang.
اِنَّ يَوۡمَ الۡفَصۡلِ كَانَ مِيۡقَاتًا
17. Sungguh, hari keputusan adalah suatu waktu yang telah ditetapkan,
يَّوۡمَ يُنۡفَخُ فِى الصُّوۡرِ فَتَاۡتُوۡنَ اَفۡوَاجًا
18. (yaitu) pada hari (ketika) sangkakala ditiup, lalu kamu datang berbondong-bondong,
وَّفُتِحَتِ السَّمَآءُ فَكَانَتۡ اَبۡوَابًا
19. dan langit pun dibukalah, maka terdapatlah beberapa pintu,
وَّ سُيِّرَتِ الۡجِبَالُ فَكَانَتۡ سَرَابًا
20. dan gunung-gunung pun dijalankan sehingga menjadi fatamorgana.
اِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتۡ مِرۡصَادًا
21. Sungguh, (neraka) Jahanam itu (sebagai) tempat mengintai (bagi penjaga yang mengawasi isi neraka),
لِّلطّٰغِيۡنَ مَاٰبًا
22. menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas.
لّٰبِثِيۡنَ فِيۡهَاۤ اَحۡقَابًا
23. Mereka tinggal di sana dalam masa yang lama,
لَا يَذُوۡقُوۡنَ فِيۡهَا بَرۡدًا وَّلَا شَرَابًا
24. mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman,
اِلَّا حَمِيۡمًا وَّغَسَّاقًا
25. selain air yang mendidih dan nanah,
جَزَآءً وِّفَاقًا
26. sebagai pembalasan yang setimpal.
اِنَّهُمۡ كَانُوۡا لَا يَرۡجُوۡنَ حِسَابًا
27. Sesungguhnya dahulu mereka tidak pernah mengharapkan perhitungan.
وَّكَذَّبُوۡا بِاٰيٰتِنَا كِذَّابًا
28. Dan mereka benar-benar mendustakan ayat-ayat Kami.
وَكُلَّ شَىۡءٍ اَحۡصَيۡنٰهُ كِتٰبًا
29. Dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu Kitab (buku catatan amalan manusia).
فَذُوۡقُوۡا فَلَنۡ نَّزِيۡدَكُمۡ اِلَّا عَذَابًا
30. Maka karena itu rasakanlah! Maka tidak ada yang akan Kami tambahkan kepadamu selain azab.
Tadabbur:
Ayat 1-30 surah An-Naba’ ini menjelaskan:
1. Peristiwa kiamat itu tidak perlu diragukan, karena bukti Kekuasaan Allah dapat disaksikan di alam ini seperti, bumi yang terhampar, gunung-gunung sebagai pasak bumi, manusia yang berpasangan, tidur untuk istrirahat, malam yang gelap, siang untuk mencari kehidupan, di atas ada 7 langit yang kokoh, matahari sebagai pelita yang menerangi bumi, dari awan dikeluarkan hujan yang tercurah agar biji-bijian tumbuh dan kebun-kebun menjadi rindang.
2. Hari pemisah antara kaum mukmin dan kafir (kiamat) itu sudah ditentukan waktunya. Pada hari itu ditiupkan sangkakala, maka manusia datang berduyun-duyun, langit terbelah dan gunung-gunung hancur lebur.
3. Neraka Jahannam selalu mengintai dan menjadi tempat kembali orang-orang yang melanggar sistem Allah. Mereka tinggal di dalamnya, tidak diberi udara dingin dan minuman kecuali air panas dan nanah, sebagai balasan yang setimpal. Mereka sewaktu di dunia tidak berharap akhirat, menolak Al-Qur’an dengan keras dan tidak mau menjadikannya sebagai sistem hidup.
4. Allah menghitung segala perbuatan manusia dalam kitab catatan mereka. Orang yang kafir kepada-Nya, akan merasakan azab neraka yang semakin lama semakin bertambah.
Sumber: Mushaf Tadabbur
Ustd. Fathuddin Ja’far, MA Komunitas Tadabbur Al-Quran (KontaQ)
kontaq.tadabburquran@gmail.com ↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭


