Tadabbur QS. Al-A’laa Ayat 16-19 & QS. Al Ghaasyiyah Ayat 1-26

Ayat dan Terjemah

QS. Al A’laa [87] : 16 – 19

 

بَلۡ تُؤۡثِرُوۡنَ الۡحَيٰوةَ الدُّنۡيَا

16. Sedangkan kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan dunia,

 

وَالۡاٰخِرَةُ خَيۡرٌ وَّ اَبۡقٰىؕ‏

17. padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.

 

اِنَّ هٰذَا لَفِى الصُّحُفِ الۡاُوۡلٰىۙ

18. Sesungguhnya ini terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu,

 

صُحُفِ اِبۡرٰهِيۡمَ وَمُوۡسٰى

19. (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa.

 

Tadabbur:

Ayat 16-19 surah Al-A’laa ini menjelaskan bahwa banyak manusia yang mengutamakan dunia ketimbang akhirat. Padahal akhirat itu jauh lebih baik dan kekal.

Masalah ini sudah Allah jelaskan dalam wahyu-wahyu sebelum Al-Qur’an, seperti Shuhuf Ibrahim dan Musa.

 

Sumber: Mushaf Tadabbur

Ustd. Fathuddin Ja’far, MA Komunitas Tadabbur Al-Quran (KontaQ)

kontaq.tadabburquran@gmail.com ↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭

 

 

QS. Al Ghaasyiyah Ayat 1-26

Ayat dan Terjemah:

 

بِسْمِ اللَّهِ ٱلرَّحْمـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

 

هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ

1. Sudahkah sampai kepadamu berita tentang (Hari Kiamat)?

 

وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ خَاشِعَةٌ

2. Pada hari itu banyak wajah yang tertunduk terhina,

 

عَامِلَةٌ نَاصِبَةٌ

3. (karena) bekerja keras lagi kepayahan,

 

تَصْلَى نَارًا حَامِيَةً

4. mereka memasuki api yang sangat panas (neraka),

 

تُسْقَى مِنْ عَيْنٍ آنِيَةٍ

5. diberi minum dari sumber mata air yang sangat panas.

 

لَيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ إِلا مِنْ ضَرِيعٍ

6. Tidak ada makanan bagi mereka selain dari pohon yang berduri,

 

لا يُسْمِنُ وَلا يُغْنِي مِنْ جُوعٍ

7. yang tidak menggemukkan dan tidak menghilangkan lapar.

 

وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاعِمَةٌ

8. Pada hari itu banyak (pula) wajah yang berseri-seri,

 

لِسَعْيِهَا رَاضِيَةٌ

9. merasa senang karena usahanya (sendiri),

 

فِي جَنَّةٍ عَالِيَةٍ

10. (mereka) dalam surga yang tinggi,

 

لا تَسْمَعُ فِيهَا لاغِيَةً

11. di sana (kamu) tidak mendengar perkataan yang tidak berguna.

 

فِيهَا عَيْنٌ جَارِيَةٌ

12. Di sana ada mata air yang mengalir.

 

فِيهَا سُرُرٌ مَرْفُوعَةٌ

13. Di sana ada dipan-dipan yang ditinggikan,

 

وَأَكْوَابٌ مَوْضُوعَةٌ

14. dan gelas-gelas yang tersedia (di dekatnya),

 

وَنَمَارِقُ مَصْفُوفَةٌ

15. dan bantal-bantal sandaran yang tersusun,

 

وَزَرَابِيُّ مَبْثُوثَةٌ

16. dan permadani-permadani yang terhampar.

 

أَفَلا يَنْظُرُونَ إِلَى الإبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ

17. Maka tidakkah mereka memperhatikan unta, bagaimana diciptakan?

 

وَإِلَى السَّمَاءِ كَيْفَ رُفِعَتْ

18. Dan langit, bagaimana ditinggikan?

 

وَإِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْ

19. Dan gunung-gunung bagaimana ditegakkan?

 

وَإِلَى الأرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْ

20. Dan bumi bagaimana dihamparkan?

 

فَذَكِّرْ إِنَّمَا أَنْتَ مُذَكِّرٌ

21. Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya engkau (Muhammad) hanyalah pemberi peringatan.

 

لَسْتَ عَلَيْهِمْ بِمُصَيْطِرٍ

22. Engkau bukanlah orang yang berkuasa atas mereka,

 

إِلا مَنْ تَوَلَّى وَكَفَرَ

23. kecuali (jika ada) orang yang berpaling dan kafir,

 

فَيُعَذِّبُهُ اللَّهُ الْعَذَابَ الأكْبَرَ

24. maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar.

 

إِنَّ إِلَيْنَا إِيَابَهُمْ

25. Sungguh, kepada Kamilah mereka kembali,

 

ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا حِسَابَهُمْ

26. kemudian sesungguhnya (kewajiban) Kamilah membuat perhitungan atas mereka.

 

Tadabbur:

Ayat 1-26 surah Al-Ghasyiyah ini menjelaskan beberapa hal :

1. Pada hari kiamat nanti manusia terbagi dua.

*Pertama*, orang yang wajahnya tertutup debu hitam, tertunduk lesu dan amalnya di dunia tidak diterima karena menyekutukan Allah dengan manusia maupun dengan yang lainnya.

Ia masuk api neraka yang amat panas, diberi minum dengan air yang amat panas, makanan dari buah berduri dan menambah rasa lapar.

*Kedua*, orang yang wajahnya berseri-seri, karena amal ibadahnya diterima. Ia berada dalam surga yang tinggi, tidak mendengarkan ucapan yang sia-sia, terdapat mata air yang mengalir tanpa henti, bangku-bagku yang tinggi, gelas-gelas yang siap pakai, bantal-bantal yang tersusun rapih dan permadani-permadani yang terhampar di mana-mana.

 

2. Agar dapat meyakini kebenaran akhirat, Allah menyuruh kita untuk meneliti bagaimana unta Dia ciptakan, langit Dia tinggikan, gunung-gunung Dia tegakkan dan bumi Ia hamparkan. Semua itu cukup sebagai bukti bahwa Allah-lah Pencipta alam dan semua isinya.

Dia telah menciptakan akhirat sebagai tempat kembali manusia. Sebab itu, tugas Rasul Saw. dan para ulama penerusnya menyampaikan peringatan dan Al-Qur’an, bukan memaksakan.

Orang yang kafir akan Allah azab dengan azab yang amat besar. Kepada-Nya mereka dikembalikan dan Dia yang akan menghisab mereka.

 

Sumber: Mushaf Tadabbur

Ustd. Fathuddin Ja’far, MA Komunitas Tadabbur Al-Quran (KontaQ)

kontaq.tadabburquran@gmail.com ↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭