Tadabbur QS. Al-Ma’arij Ayat 11-39

Ayat dan Terjemah

QS. Al-Ma’aarij [70] : 11 – 39

 

يُّبَصَّرُوۡنَهُمۡ‌ؕ يَوَدُّ الۡمُجۡرِمُ لَوۡ يَفۡتَدِىۡ مِنۡ عَذَابِ يَوۡمِٮِٕذٍۢ بِبَنِيۡهِۙ‏

11. sedang mereka saling melihat. Pada hari itu, orang yang berdosa ingin sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab dengan anak-anaknya,

 

وَ صَاحِبَتِهٖ وَاَخِيۡهِۙ

12. dan istrinya dan saudaranya

 

وَفَصِيۡلَتِهِ الَّتِىۡ تُــْٔوِيۡهِۙ‏

13. dan keluarga yang melindunginya (di dunia),

 

وَمَنۡ فِى الۡاَرۡضِ جَمِيۡعًا ۙ ثُمَّ يُنۡجِيۡهِۙ

14. dan orang-orang di bumi seluruhnya, kemudian mengharapkan (tebusan) itu dapat menyelamatkannya.

 

كَلَّا ؕ اِنَّهَا لَظٰىۙ

15. Sama sekali tidak! Sungguh, neraka itu api yang bergejolak,

 

نَزَّاعَةً لِّلشَّوٰى‌

16. yang mengelupaskan kulit kepala.

 

تَدۡعُوۡا مَنۡ اَدۡبَرَ وَتَوَلّٰىۙ‏

17. Yang memanggil orang yang membelakangi dan yang berpaling (dari agama),

 

وَجَمَعَ فَاَوۡعٰى

18. dan orang yang mengumpulkan (harta benda) lalu menyimpannya.(864)

===864. Orang yang menyimpan hartanya dan tidak mau mengeluarkan zakat dan tidak pula menginfakkannya ke jalan yang benar.

 

اِنَّ الۡاِنۡسَانَ خُلِقَ هَلُوۡعًا ۙ‏

19. Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh.

 

اِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوۡعًا

20. Apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah,

 

وَاِذَا مَسَّهُ الۡخَيۡرُ مَنُوۡعًا

21. dan apabila mendapat kebaikan (harta) dia jadi kikir,

 

اِلَّا الۡمُصَلِّيۡنَۙ

22. kecuali orang-orang yang melaksanakan shalat,

 

الَّذِيۡنَ هُمۡ عَلٰى صَلَاتِهِمۡ دَآٮِٕمُوۡنَ

23. mereka yang tetap setia melaksanakan shalatnya,

 

وَالَّذِيۡنَ فِىۡۤ اَمۡوَالِهِمۡ حَقٌّ مَّعۡلُوۡمٌ

24. dan orang-orang yang dalam hartanya disiapkan bagian tertentu,

 

لِّلسَّآٮِٕلِ وَالۡمَحۡرُوۡمِ

25. bagi orang (miskin) yang meminta dan yang tidak meminta

 

وَالَّذِيۡنَ يُصَدِّقُوۡنَ بِيَوۡمِ الدِّيۡنِ

26. dan orang-orang yang mempercayai hari pembalasan,

 

وَالَّذِيۡنَ هُمۡ مِّنۡ عَذَابِ رَبِّهِمۡ مُّشۡفِقُوۡنَ‌ۚ

27. dan orang-orang yang takut terhadap azab Tuhannya,

 

اِنَّ عَذَابَ رَبِّهِمۡ غَيۡرُ مَاۡمُوۡنٍ

28. sesungguhnya terhadap azab Tuhan mereka, tidak ada seseorang yang merasa aman (dari kedatangannya),

 

وَالَّذِيۡنَ هُمۡ لِفُرُوۡجِهِمۡ حٰفِظُوۡنَۙ‏

29. dan orang-orang yang memelihara kemaluannya,

 

اِلَّا عَلٰٓى اَزۡوَاجِهِمۡ اَوۡ مَا مَلَـكَتۡ اَيۡمَانُهُمۡ فَاِنَّهُمۡ غَيۡرُ مَلُوۡمِيۡنَ‌ۚ‏

30. kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki (865), maka sesungguhnya mereka tidak tercela.

===865. Hamba sahaya yang didapat dalam peperangan dengan orang kafir. Dalam peperangan dengan orang-orang kafir itu, perempuan-perempuan yang ditawan biasanya dibagi-bagikan kepada kaum Muslimin yang ikut dalam peperangan, dan kebiasaan ini bukanlah sesuatu yang diwajibkan.

 

فَمَنِ ابۡتَغٰى وَرَآءَ ذٰلِكَ فَاُولٰٓٮِٕكَ هُمُ الۡعٰدُوۡنَ‌ۚ

31. Maka barangsiapa mencari di luar itu (seperti zina, homoseks dan lesbian), mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

 

وَالَّذِيۡنَ هُمۡ لِاَمٰنٰتِهِمۡ وَعَهۡدِهِمۡ رٰعُوۡنَ

32. Dan orang-orang yang memelihara amanat dan janjinya,

 

وَالَّذِيۡنَ هُمۡ بِشَهٰدٰتِهِمۡ قَآٮِٕمُوۡنَ

33. dan orang-orang yang berpegang teguh pada kesaksiannya,

 

وَالَّذِيۡنَ هُمۡ عَلٰى صَلَاتِهِمۡ يُحَافِظُوۡنَؕ

34. dan orang-orang yang memelihara shalatnya.

 

اُولٰٓٮِٕكَ فِىۡ جَنّٰتٍ مُّكۡرَمُوۡنَؕ

35. Mereka itu dimuliakan di dalam surga.

 

فَمَالِ الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا قِبَلَكَ مُهۡطِعِيۡنَۙ

36. Maka mengapa orang-orang kafir itu datang bergegas ke hadapanmu (Muhammad),

 

عَنِ الۡيَمِيۡنِ وَعَنِ الشِّمَالِ عِزِيۡنَ

37. dari kanan dan dari kiri dengan berkelompok-kelompok?(866)

===866. Menurut keterangan sebagian mufassir ayat ini berhubungan dengan peristiwa ketika Rasulullah shalat dan membaca Al-Qur’an di dekat Ka’bah, lalu orang-orang musyrik berkumpul berkelompok-kelompok di hadapannya sambil mengejek dan mengatakan, “Jika orang-orang Mukmin benar-benar akan masuk surga sebagaimana kata Muhammad, kitalah yang akan masuk terlebih dahulu.” Maka turunlah ayat 38.

 

اَيَطۡمَعُ كُلُّ امۡرِىءٍ مِّنۡهُمۡ اَنۡ يُّدۡخَلَ جَنَّةَ نَعِيۡمٍۙ

38. Apakah setiap orang dari orang-orang kafir itu ingin masuk surga yang penuh kenikmatan?

 

كَلَّا ؕ اِنَّا خَلَقۡنٰهُمۡ مِّمَّا يَعۡلَمُوۡنَ

39. Tidak mungkin! Sesungguhnya Kami menciptakan mereka dari apa yang mereka ketahui. (867)

===867. Bahwa mereka orang-orang kafir diciptakan Allah dari air mani untuk beriman dan bertakwa kepada-Nya, sebagaimana yang disampaikan oleh rasul. Jadi kalau mereka tidak beriman tidak berhak masuk surga.

 

Tadabbur:

Ayat 11-18 meneruskan ayat sebelumnya terkait kiamat. Orang kafir dan pendosa berharap bisa menebusnya dengan anak, istri, keluarga dan siapa saja yang dapat melindunginya. Sekali-kali tidak. Neraka yang membara siap mengelupaskan kulit kepala mereka dan memanggil semua orang yang lari dari sistem Allah.

Ayat 19-39 menjelaskan manusia diciptakan memiliki sifat keluh kesah. Bila ditimpa keburukan maka ia panik dan apabila mendapat rezki maka ia pelit. Obatnya ialah, shalat yang khusyu’, menunaikan zakat, menolong fakir miskin, meyakini hari kiamat, takut azab Allah, menjaga kemaluan dari zina, menjaga amanah dan janji, menegakkan kesaksian dengan jujur dan menjaga shalat, baik niat, tatacara maupun waktunya. Kaum mukmin yang melakukan hal-hal tersebut akan menjadi penghuni surga.

Orang kafir Quraisy datang berbondong-bondong menonton Nabi Shollallaahu ‘alaihi waSallam shalat di samping Ka’bah sambil mengejek dan mengklaim perbuatan merekalah yang akan masuk surga. Sekali-kali tidak. Allah mengetahui siapa yang berhak masuk surga, karena Dia-lah Pencipta mereka.

 

Sumber: Mushaf Tadabbur

Ustd. Fathuddin Ja’far, MA Komunitas Tadabbur Al-Quran (KontaQ)

kontaq.tadabburquran@gmail.com ↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭