QS. Al-Mumtahanah Ayat 12-13 & QS. As-Shaff Ayat 1-5

Ayat dan Terjemah

QS. Al-Mumtahanah [60] : 12- 13

 

يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ اِذَا جَاۤءَكَ الْمُؤْمِنٰتُ يُبَايِعْنَكَ عَلٰٓى اَنْ لَّا يُشْرِكْنَ بِاللّٰهِ شَيْـًٔا وَّلَا يَسْرِقْنَ وَلَا يَزْنِيْنَ وَلَا يَقْتُلْنَ اَوْلَادَهُنَّ وَلَا يَأْتِيْنَ بِبُهْتَانٍ يَّفْتَرِيْنَهٗ بَيْنَ اَيْدِيْهِنَّ وَاَرْجُلِهِنَّ وَلَا يَعْصِيْنَكَ فِيْ مَعْرُوْفٍ فَبَايِعْهُنَّ وَاسْتَغْفِرْ لَهُنَّ اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

12. Wahai Nabi! Apabila perempuan-perempuan Mukmin datang kepadamu untuk mengadakan bai’at (janji setia), bahwa mereka tidak akan mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Allah; tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka (840) dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

===840. Perbuatan yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka itu maksudnya ialah mengadakan pengakuan-pengakuan palsu mengenai hubungan antara laki-laki dan perempuan seperti tuduhan berzina, tuduhan bahwa anak si Fulan bukan anak suaminya, dan sebagainya.

 

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَوَلَّوْا قَوْمًا غَضِبَ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ قَدْ يَىِٕسُوْا مِنَ الْاٰخِرَةِ كَمَا يَىِٕسَ الْكُفَّارُ مِنْ اَصْحٰبِ الْقُبُوْرِࣖ

13. Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan kaum yang dimurkai Allah sebagai teman-teman akrab. Sungguh, mereka telah putus asa terhadap akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur juga berputus asa (dari rahmat Allah di akhirat).

 

Tadabbur:

Ayat 12 dan 13 dari surah Al-Mumtahanah ini menjelaskan wanita-wanita yang masuk Islam juga berbai’at kepada Rasul Saw. Namun tidak dengan bersalaman. Isi ba’iatnya ialah komitmen untuk tidak menyekutukan Allah dengan apapun, tidak mencuri, tidak berzina tidak membunuh anak, tidak membuat berita palsu dan tidak durhaka kepada Rasul Saw dalam kebaikan. Allah melarang kaum Mukmin agar tidak mengangkat kaum yang dimurkai Allah, baik Ahlul Kitab maupun lainnya, sebagai pemimpin atau teman setia. Mereka adalah orang-orang yang tidak mengharapkan kehidupan akhirat.

 

Sumber: Mushaf Tadabbur

Ustd. Fathuddin Ja’far, MA Komunitas Tadabbur Al-Quran (KontaQ)

kontaq.tadabburquran@gmail.com ↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭

 

 

QS. As-Shaff ayat 1 – 5

Ayat dan Terjemah:

 

بِسْمِ اللَّهِ ٱلرَّحْمـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

 

سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

1. Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi bertasbih kepada Allah; dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لا تَفْعَلُونَ

2. Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?

 

كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لا تَفْعَلُونَ

3. (Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.

 

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوصٌ

4. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.

 

وَإِذْ قَالَ مُوسَى لِقَوْمِهِ يَا قَوْمِ لِمَ تُؤْذُونَنِي وَقَدْ تَعْلَمُونَ أَنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ فَلَمَّا زَاغُوا أَزَاغَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ وَاللَّهُ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

5. Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, “Wahai kaumku! Mengapa kamu menyakitiku, padahal kamu sungguh mengetahui bahwa sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu?” Maka ketika mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka. (841) Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.

===841. Karena mereka berpaling dari kebenaran, maka Allah membiarkan sesat hati mereka sehingga mereka bertambah jauh dari kebenaran.

 

Tadabbur:

Ayat 12 dan 13 dari surah Al-Mumtahanah ini menjelaskan wanita-wanita yang masuk Islam juga berbai’at kepada Rasul Saw. Namun tidak dengan bersalaman. Isi ba’iatnya ialah komitmen untuk tidak menyekutukan Allah dengan apapun, tidak mencuri, tidak berzina tidak membunuh anak, tidak membuat berita palsu dan tidak durhaka kepada Rasul Saw dalam kebaikan. Allah melarang kaum Mukmin agar tidak mengangkat kaum yang dimurkai Allah, baik Ahlul Kitab maupun lainnya, sebagai pemimpin atau teman setia. Mereka adalah orang-orang yang tidak mengharapkan kehidupan akhirat.

Ayat 1-4 dari surah Ash-Shaff ini menjelaskan semua apa yang di langit dan bumi bertasbih kepada Allah. Karena Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Allah murka kepada kaum Mukmin yang tidak melaksanakan kebaikan yang diucapkannya. Allah mencintai kaum Mukmin yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang lurus dan kokoh bagaikan bangunan tersusun rapi.

Ayat 5 menjelaskan Bani Israil itu menyakiti Nabi Musa dengan berbagai cara. Padahal mereka mengetahui Musa itu Rasul Allah. Mereka menjauh dan menolak dari kebenaran wahyu yang dibawa Nabi Musa. Sebab itu Allah palingkan hati mereka dari kebenaran. Allah tidak memberikan hidayah kepada kaum fasik.

 

Sumber: Mushaf Tadabbur

Ustd. Fathuddin Ja’far, MA Komunitas Tadabbur Al-Quran (KontaQ)

kontaq.tadabburquran@gmail.com ↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭