Tadabbur QS. Ath-Thariq 1-17 & QS. Al A’laa Ayat 1-15

Ayat dan Terjemah:

 

بِسْمِ اللَّهِ ٱلرَّحْمـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

 

وَالسَّمَآءِ وَالطَّارِقِۙ

1. Demi langit dan yang datang pada malam hari.

 

وَمَاۤ اَدۡرٰٮكَ مَا الطَّارِقُۙ‏

2. Dan tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu?

 

النَّجۡمُ الثَّاقِبُۙ‏

3. (yaitu) bintang yang bersinar tajam,

 

اِنۡ كُلُّ نَفۡسٍ لَّمَّا عَلَيۡهَا حَافِظٌؕ

4. setiap orang pasti ada penjaganya.

 

فَلۡيَنۡظُرِ الۡاِنۡسَانُ مِمَّ خُلِقَؕ

5. Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apa dia diciptakan.

 

خُلِقَ مِنۡ مَّآءٍ دَافِقٍۙ

6. Dia diciptakan dari air (mani) yang terpancar,

 

يَّخۡرُجُ مِنۡۢ بَيۡنِ الصُّلۡبِ وَالتَّرَآٮِٕبِؕ

7. yang keluar dari antara tulang punggung (sulbi) dan tulang dada.

 

اِنَّهٗ عَلٰى رَجۡعِهٖ لَقَادِرٌؕ

8. Sungguh, Allah benar-benar kuasa untuk mengembalikannya (hidup setelah mati).

 

يَوۡمَ تُبۡلَى السَّرَآٮِٕرُۙ‏

9. Pada hari ditampakkan segala rahasia,

 

فَمَا لَهٗ مِنۡ قُوَّةٍ وَّلَا نَاصِرٍؕ

10. maka manusia tidak lagi mempunyai suatu kekuatan dan tidak (pula) ada penolong.

 

وَالسَّمَآءِ ذَاتِ الرَّجۡعِۙ‏

11. Demi langit yang mengandung hujan,(905)

===905. Raj’i berarti kembali berputar. Hujan dinamakan raj’i dalam ayat ini, karena hujan itu berasal dari uap yang naik dari bumi ke udara, kemudian turun ke bumi, kemudian kembali ke atas, dan dari atas kembali ke bumi, dan begitulah seterusnya.

 

وَالۡاَرۡضِ ذَاتِ الصَّدۡعِۙ

12. dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan,

 

اِنَّهٗ لَقَوۡلٌ فَصۡلٌۙ

13. sungguh, (Al-Qur’an) itu benar-benar firman pemisah (antara yang hak dan yang batil),

 

وَّمَا هُوَ بِالۡهَزۡلِؕ

14. dan (Al-Qur’an) itu bukanlah sendagurauan.

 

اِنَّهُمۡ يَكِيۡدُوۡنَ كَيۡدًا

15. Sungguh, mereka (orang kafir) merencanakan tipu daya yang jahat.

 

وَّاَكِيۡدُ كَيۡدًا

16. Dan Aku pun membuat rencana (tipu daya) yang jitu.

 

فَمَهِّلِ الۡكٰفِرِيۡنَ اَمۡهِلۡهُمۡ رُوَيۡدًا

17. Karena itu berilah penangguhan kepada orang-orang kafir itu. Berilah mereka itu kesempatan untuk sementara waktu.

 

Tadabbur:

Ayat 1-17 surah Ath-Thaariq ini menjelaskan, untuk memahami kebenaran hari kiamat dapat melalui pengamatan penciptaan manusia. Pada hari kiamat, semua rahasia manusia dibeberkan dan mereka tidak mampu berbuat apa-apa.

Al-Qur’an itu pemisah antara hak dan batil. Kaum kafir yang membuat tipu daya terhadap Al-Qur’an akan menghadapi tipu daya Allah, cepat atau lambat.

 

Sumber: Mushaf Tadabbur

Ustd. Fathuddin Ja’far, MA Komunitas Tadabbur Al-Quran (KontaQ)

kontaq.tadabburquran@gmail.com ↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭

 

 

 

QS. Al A’laa 87 Ayat 1-15

Ayat dan Terjemah:

 

بِسْمِ اللَّهِ ٱلرَّحْمـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

 

 

سَبِّحِ اسۡمَ رَبِّكَ الۡاَعۡلَىۙ‏

1. Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi,

 

الَّذِىۡ خَلَقَ فَسَوّٰى

2. Yang menciptakan, lalu menyempurnakan (ciptaan-Nya).

 

وَالَّذِىۡ قَدَّرَ فَهَدٰى

3. Yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk,

 

وَالَّذِىۡۤ اَخۡرَجَ الۡمَرۡعٰى

4. dan Yang menumbuhkan rerumputan,

 

فَجَعَلَهٗ غُثَآءً اَحۡوٰىؕ

5. lalu dijadikan-Nya (rumput-rumput) itu kering kehitam-hitaman.

 

سَنُقۡرِئُكَ فَلَا تَنۡسٰٓىۙ

6. Kami akan membacakan (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) sehingga engkau tidak akan lupa,

 

اِلَّا مَا شَآءَ اللّٰهُ‌ؕ اِنَّهٗ يَعۡلَمُ الۡجَهۡرَ وَمَا يَخۡفٰىؕ

7. kecuali jika Allah menghendaki. Sungguh, Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi.

 

وَنُيَسِّرُكَ لِلۡيُسۡرٰى

8. Dan Kami akan memudahkan bagimu ke jalan kemudahan (mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat),

 

فَذَكِّرۡ اِنۡ نَّفَعَتِ الذِّكۡرٰىؕ

9. oleh sebab itu berikanlah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat, J

 

سَيَذَّكَّرُ مَنۡ يَّخۡشٰىۙ

10. orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran,

 

وَيَتَجَنَّبُهَا الۡاَشۡقَىۙ

11. dan orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya,

 

الَّذِىۡ يَصۡلَى النَّارَ الۡكُبۡرٰى‌ۚ

12. (yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka),

 

ثُمَّ لَا يَمُوۡتُ فِيۡهَا وَلَا يَحۡيٰىؕ

13. selanjutnya dia di sana tidak mati dan tidak (pula) hidup.

 

قَدۡ اَفۡلَحَ مَنۡ تَزَكّٰىۙ

14. Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri (dengan beriman),

 

وَذَكَرَ اسۡمَ رَبِّهٖ فَصَلّٰى‌

15. dan mengingat nama Tuhannya, lalu dia shalat.

 

Tadabbur:

Ayat 1-15 surah Al-A’la ini menjelaskan, Allah memerintahkan Rasul Saw. dan umatnya agar mensucikan nama-Nya yang Maha Tinggi, karena Dia-lah yag menciptakan manusia dengan sempurna, dengan batas tertentu dan memberi mereka petunjuk.

Allah menjamin dan menjaga hafalan Rasul Saw. atas Al-Qur’an dan memudahkannya. Tugas beliau menyampaikan Al-Qur’an. Orang yang takut pada Allah, akan menerimanya dan yang menjauh darinya akan masuk neraka dan tersiksa di dalamnya.

Tazkiyatunnafs (menyucikan diri) adalah kunci kesuksesan. Zikrullah dan shalat adalah sumber ketenangan jiwa.

 

Sumber: Mushaf Tadabbur

Ustd. Fathuddin Ja’far, MA Komunitas Tadabbur Al-Quran (KontaQ)

kontaq.tadabburquran@gmail.com ↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭