Tadabbur QS. Al Fajr Ayat 24-30 & QS. Al Balad Ayat 1-20

Ayat dan Terjemah

QS. Al Fajr [89] : 24 – 30

 

يَقُوۡلُ يٰلَيۡتَنِىۡ قَدَّمۡتُ لِحَـيَاتِى‌ۚ

24. Dia berkata, “Alangkah baiknya sekiranya dahulu aku mengerjakan (kebajikan) untuk hidupku ini.”

 

فَيَوۡمَٮِٕذٍ لَّا يُعَذِّبُ عَذَابَهٗۤ اَحَدٌ

25. Maka pada hari itu tidak ada seorang pun yang mengazab seperti azab-Nya (yang adil), J

 

وَّلَا يُوۡثِقُ وَثَاقَهٗۤ اَحَدٌ

26. dan tidak ada seorang pun yang mengikat seperti ikatan-Nya.

 

يٰۤاَيَّتُهَا النَّفۡسُ الۡمُطۡمَٮِٕنَّةُ

27. Wahai jiwa yang tenang!

 

ارۡجِعِىۡۤ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرۡضِيَّةً‌

28. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya.

 

فَادۡخُلِىۡ فِىۡ عِبٰدِىۙ

29. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku,

 

وَادۡخُلِىۡ جَنَّتِى

30. dan masuklah ke dalam surga-Ku.

 

Tadabbur:

Ayat 24-30 dari surah Al-Fajr ini meneruskan ayat sebelumnya terkait kesadaran manusia muncul pada hari kiamat. Mereka menyayangkan diri mereka mengapa di dunia tidak beriman dan beramal saleh. Pada hari itu azab Allah sangat dahsyat.

Tapi, kaum Mukmin yang beramal saleh dikatakan pada mereka: Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhan Penciptamu. Masuklah ke dalam golongan hamba-Ku yang saleh dan masuklah ke dalam surga-Ku. Seruan ini juga disampaikan kepada mereka saat menghadapi sakaratul maut.

 

Sumber: Mushaf Tadabbur

Ustd. Fathuddin Ja’far, MA Komunitas Tadabbur Al-Quran (KontaQ)

kontaq.tadabburquran@gmail.com ↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭

 

 

 

QS. Al Balad Ayat 1-20

Ayat dan Terjemah:

 

بِسْمِ اللَّهِ ٱلرَّحْمـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

 

لَاۤ اُقۡسِمُ بِهٰذَا الۡبَلَدِۙ

1. Aku bersumpah dengan negeri ini (Mekah),

 

وَاَنۡتَ حِلٌّ ۢ بِهٰذَا الۡبَلَدِۙ

2. dan engkau (Muhammad), bertempat di negeri (Mekah) ini,

 

وَوَالِدٍ وَّمَا وَلَدَ

3. dan demi (pertalian) bapak dan anaknya.

 

لَقَدۡ خَلَقۡنَا الۡاِنۡسَانَ فِىۡ كَبَدٍؕ

4. Sungguh, Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.

 

اَيَحۡسَبُ اَنۡ لَّنۡ يَّقۡدِرَ عَلَيۡهِ اَحَدٌ‌ ۘ‏

5. Apakah dia (manusia) itu mengira bahwa tidak ada sesuatu pun yang berkuasa atasnya?

 

يَقُوۡلُ اَهۡلَكۡتُ مَالًا لُّبَدًا

6. Dia mengatakan, “Aku telah menghabiskan harta yang banyak.”

 

اَيَحۡسَبُ اَنۡ لَّمۡ يَرَهٗۤ اَحَدٌ

7. Apakah dia mengira bahwa tidak ada sesuatu pun yang melihatnya?

 

اَلَمۡ نَجۡعَلۡ لَّهٗ عَيۡنَيۡنِۙ‏

8. Bukankah Kami telah menjadikan untuknya sepasang mata,

 

وَلِسَانًا وَّشَفَتَيۡنِۙ

9. dan lidah dan sepasang bibir?

 

وَهَدَيۡنٰهُ النَّجۡدَيۡنِ‌ۚ

10. Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan (kebajikan dan kejahatan),

 

فَلَا اقۡتَحَمَ الۡعَقَبَةَ

11. tetapi dia tidak menempuh jalan yang mendaki dan sukar?

 

وَمَاۤ اَدۡرٰٮكَ مَا الۡعَقَبَةُ

12. Dan tahukah kamu apakah jalan yang mendaki dan sukar itu?

 

فَكُّ رَقَبَةٍ

13. (yaitu) melepaskan perbudakan (hamba sahaya),

 

اَوۡ اِطۡعٰمٌ فِىۡ يَوۡمٍ ذِىۡ مَسۡغَبَةٍ

14. atau memberi makan pada hari terjadi kelaparan,

 

يَّتِيۡمًا ذَا مَقۡرَبَةٍ

15. (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, J

 

اَوۡ مِسۡكِيۡنًا ذَا مَتۡرَبَةٍ

16. atau orang miskin yang sangat fakir.

 

ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَتَوَاصَوۡا بِالصَّبۡرِ وَتَوَاصَوۡا بِالۡمَرۡحَمَةِ

17. Kemudian dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.

 

اُولٰٓٮِٕكَ اَصۡحٰبُ الۡمَيۡمَنَةِ

18. Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan.

 

وَالَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا بِاٰيٰتِنَا هُمۡ اَصۡحٰبُ الۡمَشۡـَٔـمَةِ

19. Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, mereka itu adalah golongan kiri.

 

عَلَيۡهِمۡ نَارٌ مُّؤۡصَدَةٌ

20. Mereka berada dalam neraka yang ditutup rapat.

 

Tadabbur:

Ayat 1-20 surah Al-Balad menjelaskan, Allah bersumpah dengan negeri Mekkah bahwa Ia menciptakan manusia sempurna.

Tapi, banyak manusia yang mengira mereka bebas membelanjakan harta dan tidak akan dimintakan pertanggungjawabannya dari mana diperoleh dan kemana dibelanjakan. Padahal, Allah bekali mereka dengan dua mata, lidah, dua bibir dan dua jalan; kebaikan dan keburukan.

Orang yang beriman, memerdekakan budak, memberi makan pada saat kelaparan, anak yatim dari kerabat dan kaum miskin yang melarat dan saling menasehati dengan kesabaran dan kasing adalah golongan yang diridhai Allah. Sedangkan orang yang menolak Al-Qur’an adalah golongan yang dimurkai Allah dan akan masuk neraka.

 

Sumber: Mushaf Tadabbur

Ustd. Fathuddin Ja’far, MA Komunitas Tadabbur Al-Quran (KontaQ)

kontaq.tadabburquran@gmail.com ↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭