بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ (١
1. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?
فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ (٢
2. Maka itulah orang yang menghardik anak yatim,
وَلا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ (٣
3. dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.
فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ (٤
4. Maka celakalah orang yang shalat,
الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلاتِهِمْ سَاهُونَ (٥
5. (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap shalatnya, (36)
——–
36. Orang-orang yang tidak menghargai serta melalaikan pelaksanaan dan waktu-waktu shalat.
——–
الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ (٦
6. yang berbuat riya, (37)
——–
37. Riya ialah melakukan perbuatan tidak untuk mencari keridhaan Allah, melainkan untuk mencari pujian atau kamasyhuran di masyarakat.
——–
وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ (٧
7. dan enggan (memberikan) bantuan. (38)
——–
38. Sebagian mufassir mengartikan dengan “enggan membayar zakat.”
Tadabbur Ayat:
Ayat 1-7 surah Al-Ma’un menjelaskan bahwa ciri-ciri orang yang mengingkari hari pembalasan atau kiamat ialah yang menelantarkan anak yatim, tidak menganjurkan atau memberi makan kaum miskin, melalaikan shalat, riya’ dalam beramal ibadah dan pelit.


