بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ (١)
1. Katakanlah (Muhammad), “Wahai orang-orang kafir!
لا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ (٢)
2. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah,
وَلا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (٣)
3. dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah,
وَلا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ (٤)
4. dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,
وَلا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (٥)
5. dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah.
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ (٦)
6. Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.”
Tadabbur Ayat:
Ayat 1-6 surah Al-Kafirun menjelaskan prinsip toleransi dengan orang-orang kafir. Dalam masalah ibadah, apa pun bentuk dan bobotnya, tidak ada toleransi, karena Islam memiliki sistem ibadah yang telah ditentukan Allah berlandaskan tauhid, sedangkan kaum kafir berdasarkan kekufuran dan kemusyrikan.


