Tadabbur QS. At-Taghabun Ayat 10-18

Ayat dan Terjemah

QS. At-Taghaabuun [64] : 10 – 18

 

وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ خَالِدِينَ فِيهَا وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

10. Adapun orang-orang yang kufur dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya. Itulah seburuk-buruk tempat kembali.

 

مَآ اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِۗ وَمَنْ يُّؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ يَهْدِ قَلْبَهٗۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ

11. Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah. Siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

 

وَاَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَۚ فَاِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَاِنَّمَا عَلٰى رَسُوْلِنَا الْبَلٰغُ الْمُبِيْنُ

12. Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul. Jika kamu berpaling, sesungguhnya kewajiban rasul Kami hanyalah menyampaikan (risalah) dengan terang.

 

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۗ وَعَلَى اللّٰهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ

13. (Dialah) Allah. Tidak ada tuhan selain Dia. Kepada Allahlah hendaknya orang-orang mukmin itu bertawakal.

 

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّ مِنْ اَزْوَاجِكُمْ وَاَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَّكُمْ فَاحْذَرُوْهُمْۚ وَاِنْ تَعْفُوْا وَتَصْفَحُوْا وَتَغْفِرُوْا فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

14. Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu(844). Maka, berhati-hatilah kamu terhadap mereka. Jika kamu memaafkan, menyantuni, dan mengampuni (mereka), sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

===844. Kadang-kadang istri atau anak dapat menjerumuskan suami atau bapaknya untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak dibenarkan oleh agama

 

اِنَّمَآ اَمْوَالُكُمْ وَاَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌۗ وَاللّٰهُ عِنْدَهٗٓ اَجْرٌ عَظِيْمٌ

15. Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu). Di sisi Allahlah (ada) pahala yang besar.

 

فَاتَّقُوا اللّٰهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوْا وَاَطِيْعُوْا وَاَنْفِقُوْا خَيْرًا لِّاَنْفُسِكُمْۗ وَمَنْ يُّوْقَ شُحَّ نَفْسِهٖ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

16. Bertakwalah kamu kepada Allah sekuat kemampuanmu! Dengarkanlah, taatlah, dan infakkanlah harta yang baik untuk dirimu! Siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran, mereka itulah orang-orang yang beruntung.

 

اِنْ تُقْرِضُوا اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًا يُّضٰعِفْهُ لَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْۗ وَاللّٰهُ شَكُوْرٌ حَلِيْمٌۙ

17. Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Dia akan melipatgandakan (balasan) untukmu dan mengampunimu. Allah Maha Mensyukuri lagi Maha Penyantun.

 

عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

18. Dialah yang mengetahui semua yang gaib dan yang nyata. (Dialah) Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.

 

Tadabbur:

Ayat 10 meneruskan ayat sebelumnya terkait nasib manusia di akhirat. Orang-orang kafir kepada Allah dan menolak wahyu-Nya sebagai sistem hidup akan menjadi penghuni neraka dan mereka kekal di dalamnya. Itulah seburuk-buruk tempat kembali.

 

Ayat 11 – 18 menjelaskan beberapa prinsip dan konsekuensi iman kepada Allah:

1. Tidak ada satu musibah pun yang menimpa kita kecuali atas izin Allah. Iman kepada Allah menjadi sebab hati kita dibimbing-Nya ke jalan yang lurus. Allah mengetahui segala sesuatu.

2. Taat pada Allah dan Rasul Saw. adalah kebutuhan kita. Rasul Saw. hanya bertugas menyampaikan Islam dengan sempurna.

3. Konsekuensi kesaksian (syahadat) tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah ialah bertawakkal kepada-Nya. Sebab itu, tawakkal pada Allah bukti nyata iman kepada-Nya.

4. Anak dan istri bisa menjadi musuh terdekat kita, yakni menjadi penyebab jauhnya kita dari Allah dan Islam.  Sebab itu, kita harus berhati-hati mendidik mereka.

Pemaaf, lapang dada dan pengampunan adalah kunci sukses membangun rumah tangga Islami.

5. Harta dan anak adalah ujian Sebab itu, jangan sampai harta dan anak memalingkan dan melalaikan kita dari akhirat.

Takwa pada Allah menghayati Al-Qur’an, taat pada Allah dan Rasul-Nya dan berinfak di jalan Allah adalah kunci sukses di dunia dan akhirat.

6. Siapa yang berinfak di jalan Alllah, maka Allah akan lipat gandakan baginya imbalannya dan akan diampunkan dosanya.

Allah Maha Mensyukuri, Maha Penyantun, Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Sebab itu, kita tidak boleh ragu sedikit pun pada janji-janji-Nya.

 

Sumber: Mushaf Tadabbur

Ustd. Fathuddin Ja’far, MA Komunitas Tadabbur Al-Quran (KontaQ)

kontaq.tadabburquran@gmail.com ↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭